skip to main |
skip to sidebar
JAKARTA - Bosch and Siemens (BSH), joint venture antara Bosch dan Siemens untuk bidang home-appliance (alat-alat rumah tangga), memperkenalkan Protos, kompor ramah lingkungan berbahan bakar minyak nabati.
Protos, diklaim oleh BSH sebagai satu-satunya kompor berbahan bakar minyak nabati di dunia yang terbaik.
"Kompor Protos berbahan bakar minyak dari tanaman Jarak (Jatrova), namun juga bisa memakai bahan bakar minyak nabati lainnya seperti minyak jagung dan lain-lain," ujar Samuel Neal Shiroff, BSH Protos Project Manager, di Jakarta, Selasa (19/7/2011).
Melalui Protos, BSH bermaksud untuk menghadirkan produk tersebut untuk wilayah Afrika dan Asia, dimulai di Indonesia. BSH sendiri untuk untuk pembuatan Protos di Indonesia bekerjasama dengan Tjokro Group.
Pihak BSH mengatakan bahwa melalui kompor ramah lingkungan ini dapat mengurangi emisi CO2, yang tentunya mengurangi polusi udara.
Kompor Protos dibuat setelah melewati pengujian dengan menggunakan model sebanyak 200 buah, sebelum akhirnya dibuat versi finalnya.
"Protos dijual dengan harga USD50, itu merupakan jumlah total dari proses produksi. Namun untuk konsumen kami akan menjualnya dengan harga USD20-25," kata Hoffmann.
Untuk target konsumer, Hoffmann mengatakan bahwa kompor Protos tidak dijual khusus untuk kalangan menengah ke bawah saja, namun juga untuk kelas bawah. "Siapapun yang bisa membeli minyak untuk bahan bakar, maka mereka bisa menggunakan protos," ujarnya.
Sementara wilayah target pengguna di Indonesia, sampai saat ini baru di daerah Lombok dan Semarang. "Kami menargetkan kompor ini untuk wilayah-wilayah penghasil bahan bakar nabati, terutama minyak berbahan tanaman Jarak," ungkap Hoffmann.
BSH menargetkan pada tahun 2014 mampu memproduksi sekira 40 ribu unit Protos. Namun sampai pihak Tjokro sebagai manfukatur baru menargetkan sekira 6 ribu unit untuk tahun 2011. "Untuk tahun 2011 kami menargetkan mampu memproduksi 6 ribu unit, tapi dengan kapasitas pabrik kami sebenarnya bisa untuk memproduksi 12 ribu unit per tahun," ujar Yudy Tjokro, Managing Director dari Tjokro Group.
0 komentar:
Posting Komentar