Nama : Abdul Goni
NIM : 080511030
T. Informatika
Sistem Digital
1. Sistem Bilangan Biner | ||
Penjumlahan | ||
a. 10011 | ||
100110 | 100110 | 111010 |
Pengurangan | ||
a. 11001 | ||
10110 | 1110 | 100010 |
Perkalian | ||
a. 1110 | ||
1010100 | 101001010 | 10110100 |
2. Sistem Bilangan Oktal | ||
Penjumlahan | ||
a. 168 | ||
400 | 35 | |
Pengurangan | ||
a. 218 | ||
7 | 7 | |
Perkalian | ||
a. 32 | ||
404 | 216 |
===========================================================================

































































----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sistem Operasi
Yang asli Macintosh, yang pertama komputer pribadi yang sukses secara komersial untuk menggunakan gambar, bukan teks, untuk berinteraksi dengan pengguna.
Pengguna berkomunikasi dengan komputer tidak melalui baris abstrak kode melainkan menggunakan metafora desktop yang menyertakan item bahwa pengguna sudah akrab dengan.
Seorang wanita muda membawa godam dan mengenakan tank top putih dengan gambar Macintosh dari sosok hitam berjalan di latar belakang. | iklan televisi ini, pertama ditayangkan selama Super Bowl XVIII, meluncurkan Macintosh asli.
Apple Macintosh Plus di Design Museum di Gothenburg, Swedia.
The Macintosh II, salah satu model Macintosh diperluas.
The Macintosh Portable adalah portabel pertama Apple Macintosh. Itu tersedia 1989-1991 dan dapat menjalankan System 6 dan System 7.
The Macintosh Classic,Apple anggaran awal 1990-an model.
System 7 adalah upgrade besar pertama dari sistem operasi Macintosh.
OS 8 adalah upgrade besar kedua sistem operasi Mac. OS 8.6 ditampilkan.
The PowerBook 100 (ditampilkan di sini), 140 dan 170 memperkenalkan jajaran laptop profesional Mac. Mereka dipelopori notebook ergonomi dengan menempatkan telapak tangan di belakang keyboard beristirahat.
Asli "Bondi Blue" iMac G3, diperkenalkan pada tahun 1998. Salah satu produk pertama yang diproduksi di bawah CEO Steve Jobs sejak ia meninggalkan perusahaan di pertengahan tahun delapan puluhan, itu membawa Apple kembali ke profitabilitas.
Screenshot of Mac OS X Snow Leopard, dirilis pada tanggal 28 Agustus 2009.
The MacBook Pro adalah notebook Mac pertama yang menggunakan prosesor Intel. Ini dirilis di Macworld 2006.
Timeline of Macintosh model
Internal asli 20-inch iMac G5. Macintosh hardware
Basis Data
Di bawah ini adalah diasumsikan akan di buat suatu database KRS. Atribut yang digunakan pada database KRS adalah :
nama, alamat, nim, no_ajar, nilai_uts, nilai_uas, kd_mk, pendidikan, kd_dosen, nama_mk, sex, sks, no_nilai, asal, jurusan, nama_mhs, jenjang.
Pertanyaan :
1. Buatlah tabel-tabel relasi yang normal dari database KRS di atas !

2. Tulis jenis-jenis relasi dari masing-masing tabel di atas !
3. Tuliskan primary key, foreign key dari masing-masing tabel di atas !
· Primary key dari tabel mahasiswa adalah nim. Index key nya adalah nama_mhs.
· Primary key dari tabel matakuliah adalah kd_mk.
· Primary key dari tabel dosen adalah kode dosen. Indexnya adalah nama.
· Primary key dari tabel mengajar adalah no_ajar. Foreign key nya adalah kd_dosen (yang menjadi penghubung tabel mengajar dan tabel dosen) dan kode_mk (yang menjadi penghubung tabel mengajar dan tabel matakuliah).
· Primary key dari tabel penilaian adalah no_nilai. Foreign key nya adalah no_ajar (yang menjadi penghubung tabel mengajar dan tabel penilaian) dan nim (yang menjadi penghubung tabel mengajar dan tabel mahasiswa).
4. Tentukan mana yang termasuk tabel referensi, tabel validasi dan tabel penghubung dari database KRS di atas !
· Tabel referensi : tabel mahasiswa, tabel dosen, dan tabel matakuliah.
· Tabel Validasi : tabel mengajar dan tabel penilaian.
· Tabel Penghubung : mahasiswa, tabel dosen, dan tabel matakuliah, mengajar dan tabel penilaian.
5. Buatlah diagram sistem untk database KRS di atas !
6. Lakukan query untuk :
1). Membuat database KRS

Outputnya :

Analisa : membuat suatu database dapat dilakukan dengan cara mengggunakan syntax create database nama_database;
2). Membuat tabel-tabelnya

Outputnya :

Analisa : membuat suatu tabel dapat dilakukan dengan cara mengggunakan syntax create table nama_tabel (NamaKolom1 TipeData(panjang), NamaKolom2 TipeData(panjang), …);
Misal nama tabelnya dosen, field-fieldnya kd_dosen type data varchar(4),
nama type datanya varchar(30), pendidikan type datanya varchar(25), alamat type datanya varchar(50)
3). Menampilkan tabel-tabel yang ada di database krs

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan tabel-tabel di suatu database digunakan syntax show tables; maka akan tampil tabel-tabelnya seperti gambar di atas.
4). Menampilkan struktur tabel KRS

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan struktur tabel di suatu database digunakan syntax describe nama_tabel;
Contohnya describe dosen; maka akan muncul field, type, null, key, default, extra.
5). Mengubah struktur tabel dengan menambahkan kolom telepon setelah kolom asal

Outputnya :

Analisa : Untuk menambahakan kolom telepon setelah kolom asal digunakan syntax alter table mahasiswa add telepon varchar(7) after asal;
Kolom telepon sudah tercipta setelah kolom asal.
6). Menghapus seluruh database beserta isinya

Analisa : Menghapus seluruh database beserta isinya menggunakan syntax drop database krs; Tabel akan terhapus.
7). Menghapus tabel beserta isinya

Outputnya :

Analisa : Menghapus tabel beserta isinya menggunakan syntax drop nama_tabel;
8). Menghapus kolom pada sebuah tabel

Analisa : Menghapus kolom pada sebuah tabel menggunakan syntax drop column;
9). Menyisipkan data ke tabel mahasiswa

Analisa : Menyisipkan data ke tabel mahasiswa menggunakan syntax insert into nama_tabel values (isifield1, isifield2, isifield3, isifieldn,…);
10). Mengupdate data di tabel mahasiswa
Syntax:
UPDATE nama_tabel SET field1=isifield1baru, field2=isifield2baru, field3=isifield3baru, fieldn=isifieldnbaru where fieldsyarat=isifieldsyarat;
11). Menghapus data dari tabel

Analisa : Menghapus data dari tabel menggunakan syntax delete from nama_tabel where fieldsyarat=isifieldsyarat;
12). Menampilkan semua field dari suatu tabel

Outputnya :

Analisa : Menampilkan semua field dari suatu tabel menggunakan syntax select*from nama_tabel;
Contoh select*from mahasiswa;
Maka akan tampil field mahasiswa.
13). Menampilkan field nim, nama dan jenis kelamin dari tabel mahasiswa

Outputnya :

Analisa : Menampilkan field nim, nama dan jenis kelamin dari tabel mahasiswa menggunakan syntax select nim, nama_mhs, sex from mahasiswa;
Maka akan tampil field nim, nama_mhs, sex.
14). Menampilkan field kode dosen, nama, pendidikan, dari tabel dosen

Outputnya :

Analisa : Menampilkan field kode dosen, nama, pendidikan, dari tabel dosen menggunakan syntax select kd_dosen, nama, pendidikan from dosen;
Maka akan tampil field kd_dosen, nama, pendidikan.
15). Menampilkan field nama mata kuliah dan sks dari tabel matakuliah

Outputnya :

Analisa : Menampilkan field nama mata kuliah dan sks dari tabel matakuliah menggunakan syntax select nama_mk, sks from matakuliah;
Maka akan tampil field nama_mk dan sks.
16). Menampilkan field no nilai, nim, nilai uts dan nilai uas dari tabel tabel nilai

Outputnya :

Analisa : Menampilkan field no nilai, nim, nilai uts dan nilai uas dari tabel tabel nilai menggunakan syntax select no_nilai, nim, nilai_uts, nilai_uas from penilaian;
Maka akan tampil field no_nilai, nim, nilai_uts, nilai_uas.
17). Menampilkan field dengan nama sebagai berikut di tampilan outputnya :
nim = NIM
nama = Nama Mahasiswa
sex = Jenis kelamin
asal = Alamat

Outputnya :

Analisa : Untuk merubah nama field digunakan syntax select nama_kolom1 AS “nama_baru1”, AS “nama_baru2”, …. FROM nama_tabel;
18). Tampilkan field kode dosen, nama, pendidikan, alamat, no ajar, nama mata kuliah, dan sks dari tabel dosen, mengajar dan mata kuliah.

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan field kode dosen, nama, pendidikan, alamat, no ajar, nama mata kuliah, dan sks dari tabel dosen, mengajar dan mata kuliah digunakan syntax SELECT nama_tabel1.nama_kolom1, nama_tabel1.nama_kolom2, ….. nama_tabel2.nama_kolom1, nama_tabel2.nama_kolom2, ….. FROM nama_tabel1, nama_tabel2,…..;
19). Tampilkan nim, nama, no_nilai, matakuliah, nilai_uts dan nilai uas.

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan nim, nama, no_nilai, matakuliah, nilai_uts dan nilai uas digunakan syntax SELECT nama_tabel1.nama_kolom1, nama_tabel1.nama_kolom2, ….. nama_tabel2.nama_kolom1, nama_tabel2.nama_kolom2, ….. FROM nama_tabel1, nama_tabel2,…..;
20). Tampilkan semua field dari tabel mahasiswa meskipun tidak memiliki nilai ujian.

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan semua field dari tabel mahasiswa meskipun tidak memiliki nilai ujian digunakan syntax select * from mahasiswa right join penilaian on mahasiswa.nim = penilaian.nim;
Maka akan tampil field-field di tabel mahasiswa dan penilaian.
21). Tampilkan nim, nama_mhs, nilai_uts, nilai uas dari tabel mahasiswa dan penilaian yang nilai utsnya lebih besar dari 75 dan nilai uasnya lebih besar atau sama dengan 80.

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan nim, nama_mhs, nilai_uts, nilai uas dari tabel mahasiswa dan penilaian yang nilai utsnya lebih besar dari 75 dan nilai uasnya lebih besar atau sama dengan 80 digunakan syntax select nama_kolom1, nama_kolom2, ….. from nama_tabel where kondisi_logikal;
22). Tampilkan semua mahasiswa dengan jenis kelamin laki-laki dan jurusan teknik informatika.

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan semua mahasiswa dengan jenis kelamin laki-laki dan jurusan teknik informatika digunakan syntax select*from mahasiswa where sex = “p” and jurusan = “ti”;
23). Menampilkan data mahasiswa dari no 5 sampai 10 berdasarkan nim dengan urutan ascending.

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan data mahasiswa dari no 5 sampai 10 berdasarkan nim dengan urutan ascending digunakan syntax select * from nama_tabel order by nama_kolom type;
24). Menampilkan data nilai siswa dengan ketentuan nilai UTS nya diantara 50 dan 70 untuk semua jurusan.

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan data nilai siswa dengan ketentuan nilai UTS nya diantara 50 dan 70 untuk semua jurusan digunakan syntax select * from nama_tabel where nama_kolom between batasan;
25). Menampilkan semua mahasiswa dengan semua jurusan teknik informatika

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan semua mahasiswa dengan semua jurusan teknik informatika digunakan syntax select * from nama_tabel where kondisi_logikal;
26). Menampilkan semua mahasiswa yang namanya mengandung kata “an” di depan namanya

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan semua mahasiswa yang namanya mengandung kata “an” di depan namanya digunakan syntax select * from nama_tabel where nama_kolom like (‘%kondisi’);
27). Menampilkan semua mahasiswa yang namanya mengandung kata “ri” di belakang namanya.

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan semua mahasiswa yang namanya mengandung kata “ri” di belakang namanya digunakan syntax select * from nama_tabel where nama_kolom like (‘%kondisi’);
28). Menampilkan semua mahasiswa yang namanya mengandung kata “di” tanpa memperhatikan posisinya.

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan semua mahasiswa yang namanya mengandung kata “di” tanpa memperhatikan posisinya digunakan syntax select * from nama_tabel where nama_kolom like (‘%kondisi’);
29). Menampilkan semua mahasiswa dengan jurusan “teknik”.
30). Menampilkan nilai ujian, baik UTS maupun UAS dari tabel penilaian untuk mahasiswa jurusan MI dan dikelompokkan berdasarkan no nilai.

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan nilai ujian, baik UTS maupun UAS dari tabel penilaian untuk mahasiswa jurusan MI dan dikelompokkan berdasarkan no nilai digunakan syntax select * from nama_tabel group by nama_kolom;
31). Menampilkan data nilai mahasiswa jurusan TI dengan nilai UTS > 80 dan nilai UAS >= 70

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan data nilai mahasiswa jurusan TI dengan nilai UTS > 80 dan nilai UAS >= 70 digunakan syntax select * from nama_tabel group by nama_kolom;
32). Menampilkan semua mahasiswa yang memiliki nilai UTS dan UAS
Syntax :

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan semua mahasiswa yang memiliki nilai UTS dan UAS digunakan syntax select * from nama_tabel_1 where nama_kolom in (select nama_kolom from nama_tabel_2);
33). Menampilkan mahasiswa yang tidak mengikuti ujian dan tidak memiliki nilai UTS dan UAS digunakan syntax

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan mahasiswa yang tidak mengikuti ujian dan tidak memiliki nilai UTS dan UAS menggunakan syntax select * from nama_tabel_1 where nama_kolom not in (select nama_kolom from nama_tabel_2);
34). Menampilkan mahasiswa yang mengikuti ujian dan memiliki nilai UTS dan UAS lebih dari 70

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan mahasiswa yang mengikuti ujian dan memiliki nilai UTS dan UAS lebih dari 70 menggunakan syntax select kolom_1, kolom_2 from nama_tabel where exists (subquery);
35). Menggunakan perintah CONCAT untuk menampilkan alamat dosen

Outputnya :

Analisa : Untuk menampilkan alamat dosen menggunakan perintah CONCAT menggunakan syntax select concat (left(nama_kolom,batasan), ‘….’, right(nama_kolom,batasan)) from nama_tabel;
36). Menggunkan perintah DISTINCT untuk menampilkan daftar mata kuliah yang diambil mahasiswa

Outputnya

Analisa : Untuk menampilkan daftar mata kuliah yang diambil mahasiswa menggunakan perintah DISTINCT digunakan syntax SELECT DISTINCT nama_kolom FROM nama_tabel;
37). Menampilkan nama dosen dan mata kuliah yang diampu, berikut data SKS nya.
38). Menampilkan data dosen yang tidak mengajar pada mata kuliah ‘Sistem Informasi’
39). Mengetahui jumlah mata kuliah yang diampu setiap dosen
40). Menampilkan mata kuliah yang diambil berikut nilai UTS-UAS mahasiswa
41). Menampilkan data nama mahasiswa, mata kuliah dan dosen pengampu mata kuliah
41). Menampilkan nama mahasiswa, nama mata kuliah, dan nilai UAS dalam bentuk huruf mutu.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kemuhammadiyahan
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kemuhammadiyahan
Muhammadiyah dalam Potret Ideal
Kita semua menginginkan Muhammadiyah dapat berbuat yang lebih banyak lagi untuk umat di masa kini dan masa yang akan datang. Muhammadiyah pernah menjadi lokomotif umat di masa lalu dan jika di masa yang akan datang ingin kembali mengambil peran itu tentu Muhammadiyah harus banyak melakukan perbaikan dan penataan diri kembali agar lebih sesuai dengan tuntutan zaman yang jauh berubah dari masa lalu. Berikut adalah potret Muhammadiyah dalam imajinasi idealnya:
a. Fungsi dan Peranan
Muhammadiyah telah menegaskan diri sebagai gerakan Islam dan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada al Quran dan as Sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT (MKCH Muhammadiyah; ayat 1).
Sebagai konsekuensi dari cita-cita perjuangannya, Muhammadiyah hendaknya memiliki paling tidak 3 (tiga) fungsi sosial kemasyarakat, yaitu sebagai pendidik, pelayan dan pengayom masyarakat. Sebagai pendidik Muhammadiyah membangun visi individu dan masyarakat tentang hakekat kehidupan manusia sebagai abdi Allah dan kholifah di muka bumi. Tidak hanya itu, Muhammadiyah memberikan pendidikan masyarakat untuk sedapat mungkin menjadi hamba-hamba yang ideal dan kholifah-kholifah yang ideal pula, memberikan visi dan misi hidup yang jelas serta memberikan pemberdayaan kepada mereka. Dengan demikian masyarakat menjadi berilmu dan dapat beramal secara masksimal untuk dirinya dan untuk lingkungannya. Lebih jauh lagi akan tercipta kelompok masyarakat yang cerdas, berilmu dan mandiri. Sebagai pelayan Muhammadiyah menyiapkan kebutuhan-kebutuhan masyarakat untuk dapat hidup sebagai muslim yang maksimal baik secara pribadi maupun sosial. Muhammadiyah memberikan santunan ruhani, kesehatan, kesejahteraan sosial, dan lain-lainnya. Pada konteks ini Muhammadiyah melayani masyarakat untuk terwujudnya sebuah kehidupan Islam yang sebenar-benarnya di seluruh bidang kehidupan masyarakat. Dan yang ketiga sebagai pengayom Muhamadiyah dapat menjadi penentram masyarakat. Masyarakat sedang dan akan menghadapi tantangan hidup yang semakin berat. Dan Muhammadiyah dibutuhkan untuk dapat lekat di hati masyarakat, selalu menjadi tempat bertanya dan mencurahkan keluhan mengenai berbagai permasalahan yang sedang mereka hadapi. Jika peran pendidikan dan pelayanan dapat dijalankan oleh Muhammadiyah, maka Muhammadiyah tentu dengan sendirinya akan menjadi tempat masyarakat menyandarkan dirinya.
b. Wilayah Garap
Dalam Matan Keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah ayat ke-4 dijelaskan bahwa “Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang aqidah, akhlaq, ibadah dan mu’ammalah duniawiyah”. Sementara itu dalam Kepribadian Muhammadiyah poin ke-tiga disebutkan : “Muhammadiyah berpegang teguh akan ajaran Allah dan Rosul-Nya, bergerak membangun di segenap bidang dan lapangan dengan menggunakan cara serta menempuh jalan yang di ridhoi Allah SWT”.
Kedua potongan rumusan ideologi Muhammadiyah yang lahir tahun 60 an tersebut memberikan gambaran bahwa Muhammadiyah bergerak di segenap bidang dan lapangan yang mengarah pada terwujudnya masyarakat Islam sebenar-benarnya. Di ayat 4 MKCH Muhammadiyah, adanya 3 masalah agama yang di sebutkan secara khusus, yaitu aqidah, akhlaq dan ibadah. Ini menunjukkan bahwa masalah aqidah, akhlaq dan ibadah adalah sesuatu yang sangat penting dan mendapat porsi yang besar. Sementara mu’ammalah duniawiyah yang berisi berbagai macam hal tentang pengelolaan dunia dengan segala kompleksitas persoalannya hanya dijadikan satu bagian, yaitu mu’ammalah duniawiyah. Mu’ammalah duniawiyah di sini adalah berbagai hal yang berurusan dengan pengelolaan dunia seisinya. Termasuk di dalamnya adalah bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, seni budaya, politik, dan lain-lainnya. Ini menunjukkan bahwa perhatian Muhammadiyah pada masalah keyakinan, perilaku moral dan sosial serta hubungan dengan Allah dalam peribadatan tidak kalah besar dengan perhatiannya terhadap masalah-masalah keduniaan. Bagaimana Muhammadiyah bergerak di setiap bidang tersebut?
• Bidang Keislaman. Yang dimaksud dalam bidang ke-islaman di sini adalah mengenai aqidah, akhlaq dan ibadah. Muhammadiyah adalah gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf dan nahi munkar. Sebagai gerakan yang menklaim sebagai gerakan Islam, tentu Muhammadiyah menempatkan persoalan aqidah sebagai sesuatu yang terpenting. Aqidah adalah masalah konsep dan kepercayaan hidup. Mulai dari konsep inilah arah hidup manusia akan berbeda satu dengan yang lain. Islam mengajarkan hidup yang bertauhid, memberikan orientasi hanya untuk pengabdian kepada Allah. Konsep yang benar tentu akan membawa pada akhlaq dan ibadah yang benar pula.
Dalam konteks sebagai gerakan Islam, Muhammadiyah mengemban misi sebagai penyampai tauhid kepada umat manusia sebanyak-banyaknya. Muhammadiyah mengajak mentauhidkan Allah dan menentang segala bentuk penyekutuan maupun pengingkaran terhadap-Nya. Sementara mengenai masalah ibadah, Muhammadiyah mengajak untuk menauladani utusan Allah dalam menjalankan ibadah kepada-Nya.
• Bidang Pendidikan. Muhammadiyah menyadari bahwa masyarakat Islam yang sebenar-benarnya akan terwujud ketika masyarakat berkualitas. Untuk menuju masyarakat yang berkualitas memerlukan pendidikan. Muhammadiyah sebagai pendidik dan pelayan masyarakat hendak mewejudkan harapanya tersebut dengan memberikan pendidikan kepada masyarakat. Pendidikan Muhammadiyah ini memberikan orientasi hidup tauhid yang jelas, kepribadian yang sholih dan keahlian di berbagai bidang keilmuan.
Untuk mewujudkannya Muhammadiyah perlu menyelenggarakan kajian-kajian dan pengajian-pengajian formal dan non formal, pendidikan sekolah TK s.d. perguruan tinggi, kursus-kursus dan lain sebagainya.
• Bidang Kesehatan. Di bidang kesehatan Muhammadiyah mengharapkan terwujudnya masyarakat sehat, yaitu masyarakat yang bebas dari penyakit. Kalaupun terpaksa harus sakit Muhammadiyah memberikan pelayanan kesehatan untuk penyembuhan para penderita sakit. Oleh karena itu yang kemudian harus dilakukan Muhammadiyah adalah memberikan pendidikan hidup sehat kepada masyarakat, menyediakan sarana-sarana untuk terwujudnya hidup sehat dan menyediakan balai-balai kesehatan untuk penyembuhan para penderita sakit.
• Bidang Ekonomi. Dalam bidang ekonomi Muhammadiyah hendak mewujudkan masyarakat yang bebas dari kekurangan dan kemiskinan. Karena kemiskinan dapat membawa pada kekufuran. Kemiskinan biasanya diukur dengan kekurangan harta kekayaan. Karena ketersediaan dan perolehan harta yang sangat kecil akhirnya orang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak. Kemiskinan muncul karena banyak sebab, di antaranya karena kemalasan, kekurangan ketrampilan, sikap mental rendah diri, keterbatasan akses, serta karena sistem di masyarakat yang tidak adil. Dalam masalah ini Muhammadiyah perlu berusaha untuk memberikan solusi terhadap berbagai sebab munculnya kemiskinan-kemiskinan tersebut.
Contoh usaha tentang masalah ini antara lain, pelatihan AMT, pemberian ketrampilan, membatu mengakses jaringan yang lebih luas, dan jika penyebabnya adalah struktur sosial yang dholim maka Muhammadiyah perlu terlibat dalam membongkar struktur tersebut dan mengkonstruksinya kembali secara lebih baik.
• Bidang Seni Budaya. Megenai masalah seni, Muhammadiyah hendak mewujudkan seni yang mampu mendekatkan diri manusia kepada nilai-nilai ketuhanan dan menjauhkan masyarakat dari seni yang hanya mengedepankan hiburan saja, apalagi yang mengajak kepada kemaksiatan dan kemunkaran. Tentang masalah ini Muhammadiyah perlu memebrikan tawaran seni alternatif dari seni yang secara umum berkembang yang kebanyakan bersifat sangat profan. Demikian pula mengenai masalah budaya. Muhammadiyah menyadari bahwa manusia adalah makhluk budaya, oleh karena itu budaya manusia adalah sesuatu yang perlu dihargai selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan yang diperjuangkan oleh Muhammadiyah. Oleh karena itu Muhammadiyah perlu menjadi kontrol budaya yang berkembang agar budaya ini berrsifat keilahian.
• Bidang Politik. Politik adalah urusan yang berkaitan dengan negara dan kekuasaan. Di kalangan umat Islam, ada dua kutub besar memahami negara dan kekuasaan dalam konteks sebagai ajaran Islam. Pertama, Mereka yang memandang bahwa Islam itu sistem hidup yang kaffah. Karena kekaffahanya itu maka negara menjadi bagian tak terpisahkan dari Islam. Setiap aturan Islam yang terdapat dalam al Quran dan as Sunnah akan sempurna penegakannya jika aturan-aturan tersebut menjadi undang-undang negara. Maka negara menjadi bagian penting dalam mewujudkan Islam yang ideal. Salah satu dalil yang dijadikan landasan pemahaman ini adalah keharusan manusia berhukum dengan hukum Allah, yaitu firman Allah SWT : “faman lam yahkum bimaa anzalallah faulaaika humul kaafiruun”. Artinya: “Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka mereka adalah orang-orang kafir”. (Q.S. al Maidah : 5 : 44). Ayat tersebut dipahami bahwa berhukum dengan hukum Allah harus dilakukan dengan mem-formal-kan hukum-hukum tersebut dalam undang-undang dan peraturan-peraturan pemerintah. Pemahaman ini diperkuat oleh argementasi qoidah Ushuliyah yang berbunyi : “maa laa yatimmul waajibu illaa bihi fa huwa waajibun”. Artinya: “Sesuatu yang tanpanya menjadikan sebuah kewajiban tidak sempurna, maka sesuatu itu ikut menjadi wajib” . Maksudnya, wajibnya berhukum dengan hukum Allah secara sempurna menyebabkan wajibnya memasukkan hukum-hukum nash al Quran dan as Sunnah tersebut ke dalam undang-undang dan peraturan-peraturan negara, dan lebih sempura lagi jika negara tersebut adalah negara yang melandaskan pada Islam secara keseluruhan atau disebut negara Islam. Oleh karena itu, kutub ini mencita-citakan terwujudnya negara Islam secara formal.
Kedua, Mereka yang memandang negara adalah bagian dari persoalan muammalah duniawi. Negara menjadi salah satu jalan untuk menjadikan Islam sebagai nilai yang membingkai seluruh aspek kehidupan manusia. Karena negara hanya menjadi salah satu jalan saja, maka masih ada jalan yang lain yang dapat ditempuh untuk mewujudkan Islam dalam kehidupan manusia. Mereka mengakui bahwa negara dan kekuasan adalah faktor penting dalam mewujudkan kehidupan yang tertib. Negara dan kekuasaan juga dapat menjadi alat yang ampuh untuk menjadi media menanamkan nilai Islam kepada rakyat. Karena daya paksanya negara, maka rakyat tentu dengan mudah dapat digerakkan untuk melaksanakan ajaran-ajaran Islam. Perbedaannya, kutub ini tidak memutlakkan negara menjadi sarana itu, serta tidak memaknai bahwa kekaffahan Islam itu selalu sempurna dengan formalisasi ajaran ke dalam undang-undang negara. Argumentasi golongan ini adalah: pertama, Adanya realitas keragaman nilai ajaran serta keyakinan dan faham agama di masyarakat baik keragaman sesama agama maupun antar agama. Menyatukan aturan yang sifatnya fiqhiyah (pemahaman ajaran agama) dalam sebuah undang-undang akan melukai sebagaian kalangan yang memiliki pemahaman yang berbeda. Kedua, beragama adalah sebuah penyerahan diri yang utuh dan tulus kepada Allah SWT. Pelaksanaan agama yang didorong oleh tekanan aturan negara akan menjadikan beragama sebagai kewajiban formal saja, lepas dari kepentingan agama yang lebih hakiki. Ketiga, usaha untuk mewujudkan aturan agama ke dalam undang-undang atau bahkan untuk menjadikan negara agama sering beresiko melahirkan sikap dan keputusan yang ambivalen dengan nilai-nilai agama yang luhur dan hakiki karena faktor kepentingan pragmatis. Keempat, Dalam sejarah umat Islam, sejak khulafaaurrasyidin sampai dengan hari ini, memperjuangkan Islam melalui jalur kekuasaan dan negara selalu melahirkan konflik dan perpecahan umat Islam, bahkan tidak jarang harus berdarah-darah.
Dari kedua model yang ada Muhammadiyah dapat memilih model yang kedua. Muhammadiyah tidak memilih menjadikan Islam yang formal dalam sebuah negar, bukan karena itu itu tidak benar, melainkan itu bukan satu-satunya jalan mengislamkan masyarakat atau menurut Muhammadiyah itu bukan jalan yang terbaik. Muhammadiyah memilih terlibat langsung dalam mendidik dan melayani masyarakat melalui berbagai amal usaha di banyak sektor kehidupan. Sementara keterlibatan Muhammadiyah dalam proses politik negara dan kekuasaan dicukupkan dengan mendorong sebagian kader-kadernya untuk terlibat secara individual melalui berbagai jalur politik yang dapat mereka tempuh dan menjadi pilihan terbaiknya. Selama mereka adalah kader-kader yang taat ber-Islam, memiliki kapasitas yang cukup tentu nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang akan mereka perjuangkan untuk negara dan kekuasaan yang ada.
• Dan lain-lainnya. Mengapa dikatakan yang lainnya? Muhammadiyah bergerak di semua bidang dan lapangan muammalah duniawiyah. Dengan demikian segala macam hal yang menyangkut pengelolaan dunia untuk terwujudnya masyarakat Islam sebenarnya, sektor apapun itu, menjadi wilayah garap Muhammadiyah. Di semua sektor tersebut Muhammadiyah hendak menjadikannya senantiasa berjalan dalam bingkai dan jiwa Islam.
c. Strategi gerakan
Sebuah ungkapan mengatakan bahwa : al haqqu bilaa nidhoomin yaghlibuhu al baathilu bi nidhoomin. Sebuah kebenaran yang tidak terorganisir dengan rapi akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir dengan rapi. Dalam Muqoddimah Angaran Dasar Muhammadiyah pokok pikiran ke-6 dijelaskan bahwa “Perjuangan mewujudkan maksud dan tujuan di atas hanya dapat dicapai apabila dilaksanakan dengan cara berorganisasi”. Kedua ungkapan tersebut memberikan penjelasan bahwa mengorganisir kebaikan adalah mutlak. Dalam rangka mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya Muhammadiyah perlu menyiapkan strategi yang handal. Paling tidak ada empat tiang pokok untuk berdiri tegaknya sebuah gerakan, yaitu SDM yang kuat, finansial yang cukup, media komunikasi yang masif dan organisasi yang efektif. Berikut adalah deskripsi ringkas keempat strategi gerakan Muhammadiyah.
• Strategi pembangunan SDM (Kaderisasi). Semua orang sepakat bahwa SDM adalah aset penting untuk sebuah organisasi. Di banyak perusahaan SDM dikelola secara khusus untuk mendapatkan kualitas yang maksimal. Dalam sebuah gerakan pun demikian. SDM atau sering disebut dengan istilah kader juga memiliki arti sangat penting untuk pengembangan gerakan. Karena kepentingannya tersebut maka pendidikan terhadap kader harus benar-benar diperhatikan.
Pendidikan kader diorientasikan untuk memenuhi kebutuhan kader baik secara kuantitas maupun kualitas. Persoalan masyarakat sangat kompleks dan membutuhkan orang-orang berkualitas dan banyak untuk menyelesaikannya.
Kualitas yang diinginkan dapat dikategorikan ke dalam dua kompetensi, pertama kompetensi standar dimana setiap kader harus memilikinya, seperti kompetensi personal yang meliputi aqidah yang lurus, akhlaq yang mulia, ibadah yang benar, fisik yang sehat, jiwa yang kuat dan wawasan yang luas. Kedua adalah kompetensi profesional. Setiap manusia dengan sendirinya akan memiliki peran di sebuah sektor kemasyarakatan. Bagi aktifis dakwah, di manapun sektor yang digeluti, di sanalah lahan dakwah untuknya. Oleh karena itu setiap kader harus memiliki kompetensi profesional di bidangnya masing-masing.
Adapun tanggung jawab kaderisasi di Muhammadiyah adalah mengatur agar kualitas kader baik dengan kompetensi standar personal maupun profesional serta penyebarannya ke seluruh sektor sosial dapat semaksimal mungkin terpenuhi.
• Strategi Pembiayaan. Dana adalah salah satu hal terpenting dalam aktifitas sebuah gerakan. Ada beberapa pilihan mendapatkan dana untuk membiayai gerakan. Di antaranya : iuran anggota, infaq anggota, donatur tetap, donatur temporer, kerjasama program, dll. Semua pilihan tersebut dapat dilaksanakan dengan proporsi masing-masing selama tidak mengganggu kepentingan gerakan. Yang terpenting adalah kebutuhan pembiayaan gerakan dapat terpenuhi dengan tetap menjaga idealisme dan jati diri gerakan.
Sekedar gambaran bahwa selama ini gerakan Islam selalu merasa sulit mendapatkan pembiayaan yang cukup. Karena kesulitanya seringkali kemudian mengambil jalan pintas mengorbankan idealisme dengan mengambil proyek-proyek besar dari organisasi-organisasi donor. Meskipun tidak semuanya buruk menuntut mengalahkan idealisme, usaha itu kemudian melupakan usaha-usaha yang bersifat konfensional yang berasal dari partisipasi anggota dan kader sendiri. Pada konteks ini, sesungguhnya terdapat potensi dana yang sangat besar dari internal masyarakat sendiri yang masih belum terolah dengan baik. Islam mengajarkan zakat, infaq dan sodaqoh. Jika ketiga amalan tersebut dapat di atur dengan profesional, maka akan terkumpul dana yang demikian besar untuk membangun masyarakat dan pada saat yang sama membiayai gerak perjuangan gerakan.
• Strategi Media. Setiap orang, kelompok maupun organisasi akan dinilai dan diperlakukan orang lain atau organisasi lain berdasarkan informasi yang diterima oleh para penilai itu. Jika informasi yang mereka terima positif tentu akan positif pula nilainya, demikian juga sebaliknya.
Media adalah salah satu cara yang terbukti efektif untuk membangun citra dan memberikan informasi kepada masyarakat umum secara masif. Oleh karena itu media memiliki peran penting bagi sebuah gerakan untuk mendidik masyarakat, membangun citra dirinya sendiri dan untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan dengan cara menyebarluaskan informasi yang memang layak disebarluaskan.
Media yang dimaksud sangat beragam macamnya. Pertama, media yang bersifat tidak langsung dan searah, seperti stiker, spanduk, buletin, majalah, surat kabar, dll. Kedua, media yang bersifat langsung dan interaktif, seperti pengajian akbar, bedah buku, diskusi, dll. Semua model media tersebut memiliki karakteristik sendiri-sendiri yang unik. Dan masing-masing harus dimanfaatkan sesuai dengan konteksnya masing-masing.
• Strategi Manajemen gerakan. Sering kita merasakan, sudah beraktifitas sangat banyak dan melelahkan tetapi hasilnya belum seberapa. Perubahan yang diinginkan seakan belum bergeser dari keadaan semula. Lalu apa yang sesungguhnya telah kita lakukan? Jika ilustrasi ini benar terjadi, ini menunjukkan bahwa berbagai aktifitas tersebut tidak efektif. Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah adanya tumpukan persoalan yang sangat besar dan kompleks sementara energi yang tersedia dari diri kita sangat terbatas. Jika energi kita yang sudah sedikit itu tidak digunakan secara baik dan sinergi bersama orang lain, dapat dipastikan hanya kesia-siaan yang kita lakukan.
Manajemen gerakan dakwah Muhammadiyah, idealnya adalah manajemen gerakan yang berorientasi pada mengefektifkan organisasi untuk menjadikan Muhammadiyah lincah dan cepat tangap terhadap berbagai perkembangan yang sangat cepat dan bermacam-macam. Hal itu dapat dimulai dengan membangun kesatuan visi dan orientasi gerakan serta mensinergikan ketiga pilar di atas (kaderisasi, pembiayaan dan media) untuk kemudian mengaktualkan gerakannya di seluruh sektor kehidupan masyarakat.
Kita semua menginginkan Muhammadiyah dapat berbuat yang lebih banyak lagi untuk umat di masa kini dan masa yang akan datang. Muhammadiyah pernah menjadi lokomotif umat di masa lalu dan jika di masa yang akan datang ingin kembali mengambil peran itu tentu Muhammadiyah harus banyak melakukan perbaikan dan penataan diri kembali agar lebih sesuai dengan tuntutan zaman yang jauh berubah dari masa lalu. Berikut adalah potret Muhammadiyah dalam imajinasi idealnya:
a. Fungsi dan Peranan
Muhammadiyah telah menegaskan diri sebagai gerakan Islam dan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada al Quran dan as Sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT (MKCH Muhammadiyah; ayat 1).
Sebagai konsekuensi dari cita-cita perjuangannya, Muhammadiyah hendaknya memiliki paling tidak 3 (tiga) fungsi sosial kemasyarakat, yaitu sebagai pendidik, pelayan dan pengayom masyarakat. Sebagai pendidik Muhammadiyah membangun visi individu dan masyarakat tentang hakekat kehidupan manusia sebagai abdi Allah dan kholifah di muka bumi. Tidak hanya itu, Muhammadiyah memberikan pendidikan masyarakat untuk sedapat mungkin menjadi hamba-hamba yang ideal dan kholifah-kholifah yang ideal pula, memberikan visi dan misi hidup yang jelas serta memberikan pemberdayaan kepada mereka. Dengan demikian masyarakat menjadi berilmu dan dapat beramal secara masksimal untuk dirinya dan untuk lingkungannya. Lebih jauh lagi akan tercipta kelompok masyarakat yang cerdas, berilmu dan mandiri. Sebagai pelayan Muhammadiyah menyiapkan kebutuhan-kebutuhan masyarakat untuk dapat hidup sebagai muslim yang maksimal baik secara pribadi maupun sosial. Muhammadiyah memberikan santunan ruhani, kesehatan, kesejahteraan sosial, dan lain-lainnya. Pada konteks ini Muhammadiyah melayani masyarakat untuk terwujudnya sebuah kehidupan Islam yang sebenar-benarnya di seluruh bidang kehidupan masyarakat. Dan yang ketiga sebagai pengayom Muhamadiyah dapat menjadi penentram masyarakat. Masyarakat sedang dan akan menghadapi tantangan hidup yang semakin berat. Dan Muhammadiyah dibutuhkan untuk dapat lekat di hati masyarakat, selalu menjadi tempat bertanya dan mencurahkan keluhan mengenai berbagai permasalahan yang sedang mereka hadapi. Jika peran pendidikan dan pelayanan dapat dijalankan oleh Muhammadiyah, maka Muhammadiyah tentu dengan sendirinya akan menjadi tempat masyarakat menyandarkan dirinya.
b. Wilayah Garap
Dalam Matan Keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah ayat ke-4 dijelaskan bahwa “Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang aqidah, akhlaq, ibadah dan mu’ammalah duniawiyah”. Sementara itu dalam Kepribadian Muhammadiyah poin ke-tiga disebutkan : “Muhammadiyah berpegang teguh akan ajaran Allah dan Rosul-Nya, bergerak membangun di segenap bidang dan lapangan dengan menggunakan cara serta menempuh jalan yang di ridhoi Allah SWT”.
Kedua potongan rumusan ideologi Muhammadiyah yang lahir tahun 60 an tersebut memberikan gambaran bahwa Muhammadiyah bergerak di segenap bidang dan lapangan yang mengarah pada terwujudnya masyarakat Islam sebenar-benarnya. Di ayat 4 MKCH Muhammadiyah, adanya 3 masalah agama yang di sebutkan secara khusus, yaitu aqidah, akhlaq dan ibadah. Ini menunjukkan bahwa masalah aqidah, akhlaq dan ibadah adalah sesuatu yang sangat penting dan mendapat porsi yang besar. Sementara mu’ammalah duniawiyah yang berisi berbagai macam hal tentang pengelolaan dunia dengan segala kompleksitas persoalannya hanya dijadikan satu bagian, yaitu mu’ammalah duniawiyah. Mu’ammalah duniawiyah di sini adalah berbagai hal yang berurusan dengan pengelolaan dunia seisinya. Termasuk di dalamnya adalah bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, seni budaya, politik, dan lain-lainnya. Ini menunjukkan bahwa perhatian Muhammadiyah pada masalah keyakinan, perilaku moral dan sosial serta hubungan dengan Allah dalam peribadatan tidak kalah besar dengan perhatiannya terhadap masalah-masalah keduniaan. Bagaimana Muhammadiyah bergerak di setiap bidang tersebut?
• Bidang Keislaman. Yang dimaksud dalam bidang ke-islaman di sini adalah mengenai aqidah, akhlaq dan ibadah. Muhammadiyah adalah gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf dan nahi munkar. Sebagai gerakan yang menklaim sebagai gerakan Islam, tentu Muhammadiyah menempatkan persoalan aqidah sebagai sesuatu yang terpenting. Aqidah adalah masalah konsep dan kepercayaan hidup. Mulai dari konsep inilah arah hidup manusia akan berbeda satu dengan yang lain. Islam mengajarkan hidup yang bertauhid, memberikan orientasi hanya untuk pengabdian kepada Allah. Konsep yang benar tentu akan membawa pada akhlaq dan ibadah yang benar pula.
Dalam konteks sebagai gerakan Islam, Muhammadiyah mengemban misi sebagai penyampai tauhid kepada umat manusia sebanyak-banyaknya. Muhammadiyah mengajak mentauhidkan Allah dan menentang segala bentuk penyekutuan maupun pengingkaran terhadap-Nya. Sementara mengenai masalah ibadah, Muhammadiyah mengajak untuk menauladani utusan Allah dalam menjalankan ibadah kepada-Nya.
• Bidang Pendidikan. Muhammadiyah menyadari bahwa masyarakat Islam yang sebenar-benarnya akan terwujud ketika masyarakat berkualitas. Untuk menuju masyarakat yang berkualitas memerlukan pendidikan. Muhammadiyah sebagai pendidik dan pelayan masyarakat hendak mewejudkan harapanya tersebut dengan memberikan pendidikan kepada masyarakat. Pendidikan Muhammadiyah ini memberikan orientasi hidup tauhid yang jelas, kepribadian yang sholih dan keahlian di berbagai bidang keilmuan.
Untuk mewujudkannya Muhammadiyah perlu menyelenggarakan kajian-kajian dan pengajian-pengajian formal dan non formal, pendidikan sekolah TK s.d. perguruan tinggi, kursus-kursus dan lain sebagainya.
• Bidang Kesehatan. Di bidang kesehatan Muhammadiyah mengharapkan terwujudnya masyarakat sehat, yaitu masyarakat yang bebas dari penyakit. Kalaupun terpaksa harus sakit Muhammadiyah memberikan pelayanan kesehatan untuk penyembuhan para penderita sakit. Oleh karena itu yang kemudian harus dilakukan Muhammadiyah adalah memberikan pendidikan hidup sehat kepada masyarakat, menyediakan sarana-sarana untuk terwujudnya hidup sehat dan menyediakan balai-balai kesehatan untuk penyembuhan para penderita sakit.
• Bidang Ekonomi. Dalam bidang ekonomi Muhammadiyah hendak mewujudkan masyarakat yang bebas dari kekurangan dan kemiskinan. Karena kemiskinan dapat membawa pada kekufuran. Kemiskinan biasanya diukur dengan kekurangan harta kekayaan. Karena ketersediaan dan perolehan harta yang sangat kecil akhirnya orang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak. Kemiskinan muncul karena banyak sebab, di antaranya karena kemalasan, kekurangan ketrampilan, sikap mental rendah diri, keterbatasan akses, serta karena sistem di masyarakat yang tidak adil. Dalam masalah ini Muhammadiyah perlu berusaha untuk memberikan solusi terhadap berbagai sebab munculnya kemiskinan-kemiskinan tersebut.
Contoh usaha tentang masalah ini antara lain, pelatihan AMT, pemberian ketrampilan, membatu mengakses jaringan yang lebih luas, dan jika penyebabnya adalah struktur sosial yang dholim maka Muhammadiyah perlu terlibat dalam membongkar struktur tersebut dan mengkonstruksinya kembali secara lebih baik.
• Bidang Seni Budaya. Megenai masalah seni, Muhammadiyah hendak mewujudkan seni yang mampu mendekatkan diri manusia kepada nilai-nilai ketuhanan dan menjauhkan masyarakat dari seni yang hanya mengedepankan hiburan saja, apalagi yang mengajak kepada kemaksiatan dan kemunkaran. Tentang masalah ini Muhammadiyah perlu memebrikan tawaran seni alternatif dari seni yang secara umum berkembang yang kebanyakan bersifat sangat profan. Demikian pula mengenai masalah budaya. Muhammadiyah menyadari bahwa manusia adalah makhluk budaya, oleh karena itu budaya manusia adalah sesuatu yang perlu dihargai selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan yang diperjuangkan oleh Muhammadiyah. Oleh karena itu Muhammadiyah perlu menjadi kontrol budaya yang berkembang agar budaya ini berrsifat keilahian.
• Bidang Politik. Politik adalah urusan yang berkaitan dengan negara dan kekuasaan. Di kalangan umat Islam, ada dua kutub besar memahami negara dan kekuasaan dalam konteks sebagai ajaran Islam. Pertama, Mereka yang memandang bahwa Islam itu sistem hidup yang kaffah. Karena kekaffahanya itu maka negara menjadi bagian tak terpisahkan dari Islam. Setiap aturan Islam yang terdapat dalam al Quran dan as Sunnah akan sempurna penegakannya jika aturan-aturan tersebut menjadi undang-undang negara. Maka negara menjadi bagian penting dalam mewujudkan Islam yang ideal. Salah satu dalil yang dijadikan landasan pemahaman ini adalah keharusan manusia berhukum dengan hukum Allah, yaitu firman Allah SWT : “faman lam yahkum bimaa anzalallah faulaaika humul kaafiruun”. Artinya: “Barang siapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka mereka adalah orang-orang kafir”. (Q.S. al Maidah : 5 : 44). Ayat tersebut dipahami bahwa berhukum dengan hukum Allah harus dilakukan dengan mem-formal-kan hukum-hukum tersebut dalam undang-undang dan peraturan-peraturan pemerintah. Pemahaman ini diperkuat oleh argementasi qoidah Ushuliyah yang berbunyi : “maa laa yatimmul waajibu illaa bihi fa huwa waajibun”. Artinya: “Sesuatu yang tanpanya menjadikan sebuah kewajiban tidak sempurna, maka sesuatu itu ikut menjadi wajib” . Maksudnya, wajibnya berhukum dengan hukum Allah secara sempurna menyebabkan wajibnya memasukkan hukum-hukum nash al Quran dan as Sunnah tersebut ke dalam undang-undang dan peraturan-peraturan negara, dan lebih sempura lagi jika negara tersebut adalah negara yang melandaskan pada Islam secara keseluruhan atau disebut negara Islam. Oleh karena itu, kutub ini mencita-citakan terwujudnya negara Islam secara formal.
Kedua, Mereka yang memandang negara adalah bagian dari persoalan muammalah duniawi. Negara menjadi salah satu jalan untuk menjadikan Islam sebagai nilai yang membingkai seluruh aspek kehidupan manusia. Karena negara hanya menjadi salah satu jalan saja, maka masih ada jalan yang lain yang dapat ditempuh untuk mewujudkan Islam dalam kehidupan manusia. Mereka mengakui bahwa negara dan kekuasan adalah faktor penting dalam mewujudkan kehidupan yang tertib. Negara dan kekuasaan juga dapat menjadi alat yang ampuh untuk menjadi media menanamkan nilai Islam kepada rakyat. Karena daya paksanya negara, maka rakyat tentu dengan mudah dapat digerakkan untuk melaksanakan ajaran-ajaran Islam. Perbedaannya, kutub ini tidak memutlakkan negara menjadi sarana itu, serta tidak memaknai bahwa kekaffahan Islam itu selalu sempurna dengan formalisasi ajaran ke dalam undang-undang negara. Argumentasi golongan ini adalah: pertama, Adanya realitas keragaman nilai ajaran serta keyakinan dan faham agama di masyarakat baik keragaman sesama agama maupun antar agama. Menyatukan aturan yang sifatnya fiqhiyah (pemahaman ajaran agama) dalam sebuah undang-undang akan melukai sebagaian kalangan yang memiliki pemahaman yang berbeda. Kedua, beragama adalah sebuah penyerahan diri yang utuh dan tulus kepada Allah SWT. Pelaksanaan agama yang didorong oleh tekanan aturan negara akan menjadikan beragama sebagai kewajiban formal saja, lepas dari kepentingan agama yang lebih hakiki. Ketiga, usaha untuk mewujudkan aturan agama ke dalam undang-undang atau bahkan untuk menjadikan negara agama sering beresiko melahirkan sikap dan keputusan yang ambivalen dengan nilai-nilai agama yang luhur dan hakiki karena faktor kepentingan pragmatis. Keempat, Dalam sejarah umat Islam, sejak khulafaaurrasyidin sampai dengan hari ini, memperjuangkan Islam melalui jalur kekuasaan dan negara selalu melahirkan konflik dan perpecahan umat Islam, bahkan tidak jarang harus berdarah-darah.
Dari kedua model yang ada Muhammadiyah dapat memilih model yang kedua. Muhammadiyah tidak memilih menjadikan Islam yang formal dalam sebuah negar, bukan karena itu itu tidak benar, melainkan itu bukan satu-satunya jalan mengislamkan masyarakat atau menurut Muhammadiyah itu bukan jalan yang terbaik. Muhammadiyah memilih terlibat langsung dalam mendidik dan melayani masyarakat melalui berbagai amal usaha di banyak sektor kehidupan. Sementara keterlibatan Muhammadiyah dalam proses politik negara dan kekuasaan dicukupkan dengan mendorong sebagian kader-kadernya untuk terlibat secara individual melalui berbagai jalur politik yang dapat mereka tempuh dan menjadi pilihan terbaiknya. Selama mereka adalah kader-kader yang taat ber-Islam, memiliki kapasitas yang cukup tentu nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang akan mereka perjuangkan untuk negara dan kekuasaan yang ada.
• Dan lain-lainnya. Mengapa dikatakan yang lainnya? Muhammadiyah bergerak di semua bidang dan lapangan muammalah duniawiyah. Dengan demikian segala macam hal yang menyangkut pengelolaan dunia untuk terwujudnya masyarakat Islam sebenarnya, sektor apapun itu, menjadi wilayah garap Muhammadiyah. Di semua sektor tersebut Muhammadiyah hendak menjadikannya senantiasa berjalan dalam bingkai dan jiwa Islam.
c. Strategi gerakan
Sebuah ungkapan mengatakan bahwa : al haqqu bilaa nidhoomin yaghlibuhu al baathilu bi nidhoomin. Sebuah kebenaran yang tidak terorganisir dengan rapi akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir dengan rapi. Dalam Muqoddimah Angaran Dasar Muhammadiyah pokok pikiran ke-6 dijelaskan bahwa “Perjuangan mewujudkan maksud dan tujuan di atas hanya dapat dicapai apabila dilaksanakan dengan cara berorganisasi”. Kedua ungkapan tersebut memberikan penjelasan bahwa mengorganisir kebaikan adalah mutlak. Dalam rangka mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya Muhammadiyah perlu menyiapkan strategi yang handal. Paling tidak ada empat tiang pokok untuk berdiri tegaknya sebuah gerakan, yaitu SDM yang kuat, finansial yang cukup, media komunikasi yang masif dan organisasi yang efektif. Berikut adalah deskripsi ringkas keempat strategi gerakan Muhammadiyah.
• Strategi pembangunan SDM (Kaderisasi). Semua orang sepakat bahwa SDM adalah aset penting untuk sebuah organisasi. Di banyak perusahaan SDM dikelola secara khusus untuk mendapatkan kualitas yang maksimal. Dalam sebuah gerakan pun demikian. SDM atau sering disebut dengan istilah kader juga memiliki arti sangat penting untuk pengembangan gerakan. Karena kepentingannya tersebut maka pendidikan terhadap kader harus benar-benar diperhatikan.
Pendidikan kader diorientasikan untuk memenuhi kebutuhan kader baik secara kuantitas maupun kualitas. Persoalan masyarakat sangat kompleks dan membutuhkan orang-orang berkualitas dan banyak untuk menyelesaikannya.
Kualitas yang diinginkan dapat dikategorikan ke dalam dua kompetensi, pertama kompetensi standar dimana setiap kader harus memilikinya, seperti kompetensi personal yang meliputi aqidah yang lurus, akhlaq yang mulia, ibadah yang benar, fisik yang sehat, jiwa yang kuat dan wawasan yang luas. Kedua adalah kompetensi profesional. Setiap manusia dengan sendirinya akan memiliki peran di sebuah sektor kemasyarakatan. Bagi aktifis dakwah, di manapun sektor yang digeluti, di sanalah lahan dakwah untuknya. Oleh karena itu setiap kader harus memiliki kompetensi profesional di bidangnya masing-masing.
Adapun tanggung jawab kaderisasi di Muhammadiyah adalah mengatur agar kualitas kader baik dengan kompetensi standar personal maupun profesional serta penyebarannya ke seluruh sektor sosial dapat semaksimal mungkin terpenuhi.
• Strategi Pembiayaan. Dana adalah salah satu hal terpenting dalam aktifitas sebuah gerakan. Ada beberapa pilihan mendapatkan dana untuk membiayai gerakan. Di antaranya : iuran anggota, infaq anggota, donatur tetap, donatur temporer, kerjasama program, dll. Semua pilihan tersebut dapat dilaksanakan dengan proporsi masing-masing selama tidak mengganggu kepentingan gerakan. Yang terpenting adalah kebutuhan pembiayaan gerakan dapat terpenuhi dengan tetap menjaga idealisme dan jati diri gerakan.
Sekedar gambaran bahwa selama ini gerakan Islam selalu merasa sulit mendapatkan pembiayaan yang cukup. Karena kesulitanya seringkali kemudian mengambil jalan pintas mengorbankan idealisme dengan mengambil proyek-proyek besar dari organisasi-organisasi donor. Meskipun tidak semuanya buruk menuntut mengalahkan idealisme, usaha itu kemudian melupakan usaha-usaha yang bersifat konfensional yang berasal dari partisipasi anggota dan kader sendiri. Pada konteks ini, sesungguhnya terdapat potensi dana yang sangat besar dari internal masyarakat sendiri yang masih belum terolah dengan baik. Islam mengajarkan zakat, infaq dan sodaqoh. Jika ketiga amalan tersebut dapat di atur dengan profesional, maka akan terkumpul dana yang demikian besar untuk membangun masyarakat dan pada saat yang sama membiayai gerak perjuangan gerakan.
• Strategi Media. Setiap orang, kelompok maupun organisasi akan dinilai dan diperlakukan orang lain atau organisasi lain berdasarkan informasi yang diterima oleh para penilai itu. Jika informasi yang mereka terima positif tentu akan positif pula nilainya, demikian juga sebaliknya.
Media adalah salah satu cara yang terbukti efektif untuk membangun citra dan memberikan informasi kepada masyarakat umum secara masif. Oleh karena itu media memiliki peran penting bagi sebuah gerakan untuk mendidik masyarakat, membangun citra dirinya sendiri dan untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan dengan cara menyebarluaskan informasi yang memang layak disebarluaskan.
Media yang dimaksud sangat beragam macamnya. Pertama, media yang bersifat tidak langsung dan searah, seperti stiker, spanduk, buletin, majalah, surat kabar, dll. Kedua, media yang bersifat langsung dan interaktif, seperti pengajian akbar, bedah buku, diskusi, dll. Semua model media tersebut memiliki karakteristik sendiri-sendiri yang unik. Dan masing-masing harus dimanfaatkan sesuai dengan konteksnya masing-masing.
• Strategi Manajemen gerakan. Sering kita merasakan, sudah beraktifitas sangat banyak dan melelahkan tetapi hasilnya belum seberapa. Perubahan yang diinginkan seakan belum bergeser dari keadaan semula. Lalu apa yang sesungguhnya telah kita lakukan? Jika ilustrasi ini benar terjadi, ini menunjukkan bahwa berbagai aktifitas tersebut tidak efektif. Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah adanya tumpukan persoalan yang sangat besar dan kompleks sementara energi yang tersedia dari diri kita sangat terbatas. Jika energi kita yang sudah sedikit itu tidak digunakan secara baik dan sinergi bersama orang lain, dapat dipastikan hanya kesia-siaan yang kita lakukan.
Manajemen gerakan dakwah Muhammadiyah, idealnya adalah manajemen gerakan yang berorientasi pada mengefektifkan organisasi untuk menjadikan Muhammadiyah lincah dan cepat tangap terhadap berbagai perkembangan yang sangat cepat dan bermacam-macam. Hal itu dapat dimulai dengan membangun kesatuan visi dan orientasi gerakan serta mensinergikan ketiga pilar di atas (kaderisasi, pembiayaan dan media) untuk kemudian mengaktualkan gerakannya di seluruh sektor kehidupan masyarakat.
PERAN DALAM PENDIDIKAN
Abstrak:
Keputusan Muktamar berkenaan program pendidikan bukan sekedar keinginan, akan tetapi program-program tersebut merupakan bentuk komitmen persyarikan Muhammadiyah dalam dunia pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, keputusan-keputusan berkenaan dengan bidang pendidikan tersebut menggambarkan betapa Muhammadiyah menjadikan lembaga pendidikan sebagai pilar strategis dalam mendukung tujuan Muhammadiyah.
Dalam persyarikatan Muhammadiyah, lembaga pendidikan dapat didirikan oleh Pimpinan Ranting, Pimpinan Cabang, Pimpinan Daerah, Pimpinan Wilayah atau Pimpinan Pusat. Manajemen yang diterapkan oleh Muhammadiyah sangat unik, Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam mengelola lembaga pendidikan yang ada di Muhammadiyah melakukan pengawasan dan pembinaan secara umum
Pendahuluan
Salah satu organisasi sosial keagamaan terbesar dan terpenting yang ada di Indonesia adalah Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330H bertepatan dengan tanggal 18 November 1912M di Yogyakarta. Muhammadiyah didirikan dengan tujuan “menegakkan dan menjunjung tinggi ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. (lihat Anggaran dasar Muhammadiyah Bab III pasal 6).
Jauh sebelum Muhammadiyah resmi berdiri pada tahun 1912, KH. Ahmad Dahlan telah merintis pendidikan modern yang memadukan antara pendidikan Barat yang hanya mengajarkan “ ilmu-ilmu umum” dan pendidikan Islam yang hanya mengajarkan “ilmu-ilmu agama”. Gagasan pembaharuan Muhammadiyah di dalamnya sudah termasuk gagasan pembaharuan di bidang pendidikan. KH. Dahlan melihat adanya problematika obyektif yang dihadapi oleh pribumi yaitu terjadinya keterbelakangan pendidikan yang akut karena adanya dualisme model pendidikan yang masing-masing memiliki akar dan kepribadian yang saling bertolak belakang. Di satu pihak pendidikan Islam yang berpusat di pesantren mengalami kemunduran karena terisolasi dari perkembangan pengetahuan dan perkembangan masyarakat modern, di pihak lain sekolah model Barat bersifat sekuler dan a-nasional mengancam kehidupan batin para pemuda pribumi karena dijauhkan dari agama dan budaya negerinya.[2]
Dalam sejarah perkembangan kehidupan manusia, pendidikan telah menjadi semacam teknologi yang memproduksi manusia masa depan paling efektif. Dari fenomena perkembangan yang terakhir, memberikan petunjuk bahwa pendidikan bukan saja menjadi alat suatu lembaga atau suatu masa dalam berbagai proyeksi berbagai macam tujuan mereka, pendidikan bahkan telah menjadi kebutuhan manusia sendiri secara masal, karenanya pendidikan yang diterima oleh manusia hendaknya pendidikan yang seimbang antara pendidikan lahir dan batin, antara pendidikan dunia dan akhirat, sehingga manusia dalam memperoleh pendidikan tersebut memiliki keseimbangan dalam mengelola kehidupannya untuk dapat mencapai tujuan yang ideal yakni “fi al-dunya hasanatan wa fi al-akhirati hasanatan”. Tujuan ideal inilah yang digagas oleh KH. Ahmad Dahlan dalam hal perjuangan di bidang pendidikan yang menjadi warna pendidikan Muhammadiyah.
Gagasan pembaharuan di bidang pendidikan yang menghilangkan dikotomi pendidikan umum dan pendidikan agama pada hakikatnya merupakan terobosan besar dan sangat fundamental karena dengan itu Muhammadiyah ingin menyajikan pendidikan yang utuh, pendidikan yang seimbang yakni pendidikan yang dapat melahirkan manusia utuh dan seimbang kepribadiannya, tidak terbelah menjadi manusia yang berilmu umum saja atau berilmu agama saja.
Pembahasan
A. Kebijakan Pendidikan Muhammadiyah
Perhatian dan komitmen Muhammadiyah dalam bidang pendidikan tidak pernah surut, hal ini nampak dari keputusan-keputusan persyarikatan yang dengan konsisten dalam setiap muktamar (sebagai forum tertinggi persyarikatan Muhammadiyah) senantiasa ada agenda pembahasan dan penetapan program lima tahunan bidang pendidikan, sejak pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Dalam lima belas tahun terakhir (tiga kali muktamar) dapat dilihat bahwa Muhammadiyah senantiasa memiliki agenda yang jelas berkenaan dengan program pendidikan, keputusan-keputusan dalam muktamar sebagaimana dapat kita lihat sebagai berikut: Rincian program bidang pendidikan keputusan Muktamar 43 Banda Aceh;
1. Peningkatan kualitas Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah dilakukan dengan empat tema pokok, yaitu pengembangan kualitas, pengembangan keunggulan, pengembangan kekhasan program, dan pengembangan kelembagaan yang mandiri. Empat tema pokok ini diimplementasikan dalam proses belajar mengajar agar secara terpadu merupakan aktivitas alih pengetahuan, alih metoda dan alih nilai.
2. Menata kembali kurikulum Pendidikan dasar dan Menengah Muhammadiyah pada semua jenjang dan jenis sekolah Muhammadiyah yang meliputi pendidikan al-Islam Kemuhammadiyahan dan sebagai kekhasan sekolah Muhammadiyah, spesifikasi setiap wilayah sesuai kebutuhan dan kondisi setempat, pendidikan budaya dan seni yang bernafas Islam.
3. Menyusun peta Nasional Pendidikan Muhammadiyah yang memuat spesifikasi tiap wilayah/daerah, agar didapatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
4. Merespon secara positif pengembangan “sekolah unggulan” dengan tetap mengembangkan kekhasan pendidikan Muhammadiyah, terutama dalam pengembangan kurikulum dan proses belajar mengajar, sehingga misi pendidikan Muhammadiyah tetap terlaksana.
5. Dalam pengembangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), penyelenggaraan pendidikan diorientasikan kepada peningkatan kompetensi lulusan yang elastis dan antisipatif terhadap tuntutan dan kebutuhan masa depan, yang meliputi kompetensi akademik, kompetensi professional, kompetensi menghadapi perubahan, kompetensi kecendekiaan dan kompetensi iman dan taqwa.
6. Mengarahkan program PTM untuk penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan kebutuhan masa depan.
7. Qaidah pendidikan dasar dan menengah serta qaidah PTM perlu disempurnakan, sesuai dengan perkembangan tuntutan masyarakat.
8. Koordinasi dan pengawasan pelaksanaan qaidah pendidikan dasar dan menengah serta perguruan tinggi perlu ditingkatkan.
9. Meningkatkan dan memantapkan kerjasama antara Majlis Dikdasmen dan Majlis Dikti.
10. Mengupayakan beasiswa Muhammadiyah bagi para siswa dan atau mahasiswa yang berprestasi.
11. Melalui amal usaha pendidikan meningkatkan kualitas kader-kader ulama yang tersebar diseluruh pelosok Indonesia.
12. Mengembangkan berbagai lembaga pendidikan khusus seperti pesantren dan madrasah diniyah, taman pendidikan al-Qur’an, serta taman kanak-kanak al-Qur’an. Penanganan pondok pesantren dan madrasah menjadi tanggungjawab dan wewenang dari Majlis Dikdasmen.[3]
Keputusan Muktamar ke-44 Jakarta (program 2000-2005)
a. Umum
1. Memprioritaskan pengembangan kualitas dan misi pendidikan Muhammadiyah di seluruh jenjang melalui perencanaan strategis yang dapat mencapai tujuan pendidikan sebagaimana cita-cita pendiri Muhammdiyah dan sekaligus menjadi ciri khas pendidikan Muhammadiyah sebagai institusi pendidikan dan kebudayaan Islam.
2. Memasukkan fungsi kaderisasi (perkaderan) dalam perencanaan strategis dan penyelenggara pendidikan Muhammadiyah di seluruh jenjang untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tujuan pendidikan Muhammdiyah yaitu manusia muslim yang berakhlak mulia, cerdas dan berguna bagi umat dan bangsa.
3. Menyiapkan pendidikan Muhammadiyah di seluruh jenjang dalam memasuki persaingan yang keras dan kualitatif pada era globalisasi dengan kemampuan mengembangkan ciri khas pendidikan Islam yang dapat menjadi model keunggulan di masa depan.
4. Pengembangan sekolah-sekolah unggulan hendaknya tidak mengarah pada ekslusivisme dan semata-mata mengembangkan kualitas kognisi dan skill dari subyek didik.
5. Khusus mengenai Taman kanak kanak Busthanul Atfhal (TK ABA), Play Group, TPA, dan pendidikan informal dan non formal lainnya hendaknya dijadikan wahana persemaian penanaman iman, akhlak/kepribadian, dan kreativitas yang sesuai dengan dan tidak mematikan perkembangan jiwa anak.
b. Pendidikan Dasar dan Menengah
1. Memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan Dasar sebagai basis bagi pengembangan kualitas Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi yang memberikan peluang bagi subyek didik untuk berkembang baik kepribadian maupun intelektual dan keterampilannya dengan dasar keimanan dan akhlak yang kokoh.
2. Meningkatkan kualitas kesejahteraan guru sebagai faktor pendukung bagi pengembangan kualitas pendidikan Muhammadiyah.
3. Meningkatkan kualitas pendidikan Madrasah dan Pondok pesantren yang dapat menjadi salah satu unggulan dari pendidikan Muhammadiyah sebagai basis pembentukan kader-kader ulama di masa depan.
4. Memberikan bobot untuk peningkatan kualitas kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, bahasa Arab dan bahasa Inggris, Matematika dan Humaniora/budi pekerti, yang dapat menjadi faktor keunggulan pengembangan sumberdaya manusia masa depan.
5. Memperkuat, memfasilitasi dan membina keberadaan serta peranan Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) di sekolah-sekolah Muhammadiyah sebagai wahana kaderisasi Persyarikatan.
6. Mengembangkan jaringan dan kerjasama yang dapat memecahkan kesenjangan antara sekolah-sekolah yang maju dan tertinggal sehingga dapat menciptakan keunggulan kualitas yang merata dalam lingkungan perguruan Muhammadiyah.
7. Memantapkan keberadaan dan peranan kantor Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah di Wilayah ke bawah sehingga dapat menjalankan fungsi yang optimal dan rutin dalam mengelola pendidikan Muhammadiyah yang menjadi tanggungjawabnya.
8. Memantapkan keberadaan dan pembinaan Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) dan Hizbul Wathon (HW) di seluruh lingkungan pendidikan Dasar dan menengah Muhammadiyah.
9. Mengembangkan kerjasama-kerjasama di dalam dan luar negeri yang dapat mengembangkan kualitas pendidikan dan sumberdaya Muhammadiyah.
10. Muhammadiyah memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi, kurang mampu, dan atau terkena musibah.
c. Pendidikan Tinggi
1. Mengembangkan perencanaan strategis di lingkungan Pendidikan Tinggi Muhammadiyah (PTM) untuk meningkatkan kualitas dan misi untuk mengarahkan pada peningkatan kompetisi lulusan baik dari segi mutu akademik, kepribadian, dan kemampuan professional yang dapat memenuhi tuntutan perkembangan masyarakat dengan tetap bertumpu pada ciri khas pendidikan Muhammadiyah.
2. Dalam pengembangan program-program studi baru dan pusat-pusat keilmuan yang menjadi ciri khas PTM hendaknya selain berorientasi pada kebutuhan juga dikembangkan keterpaduan yang dapat memposisikan dan memerankan PTM sebagai pusat pendidikan Islam dan strategi kebudayaan umat Islam dalam satu kesatuan gerakan Muhammadiyah.
3. Dalam meningkatkan kualitas kesejahteraan dan mobilitas vertikal karyawan dan dosen serta pengelola PTM hendaknya diperhatikan dan menjadi kebijakan untuk mensosialisasikan dan melaksanakan peran seluruh civitas akademika sebagai subyek dan pelaku kebudayaan Islam sebagai perwujudan dari pengembangan misi persyarikatan.
4. Menjadikan pusat-pusat studi di lingkungan PTM antara lain berfungsi sebagai pemasok data bagi kepentingan kebijakan dan pengembangan organisasi Muhammadiyah.
5. Mengembangkan jaringan dan konsorsium PTM untuk mengurangi kesenjangan antar PTM sekaligus sebagai media pengembangan PTM dalam menghadapi kompetisi yang makin keras dan menyongsong era globalisasi.
6. Memperkuat keberadaan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan meningkatkan pembinaan untuk mengembangkan kualitas peran IMM dalam melaksanakan fungsi kaderisasi dan kegiatan kemahasiswaan di PTM-PTM.
7. Mengambangkan dan menerapkan sistim rekruitmen dosen dan karyawan selain didasarkan kepada keterpaduan faktor-faktor objektif dan professional, komitmen keIslaman, pengelaman dan kepemihakan pada pengembangan misi persyarikatan, akhlak yang terpuji dan tanggungjawab, serta faktor-faktor yang mendukung kepentingan pengembangan amal usaha yang bersangkutan dalam sistem rekruitmen yang terstandar.
8. Memberikan perhatian dan antisipasi yang sering terhadap perkembangan dinamika di PTM-PTM yang antara lain ditandai oleh tumbuhnya radikalisasi dan militansi kelompok-kelompok mahasiswa yang dimungkinkan tidak senapas dengan kepentingan strategis perjuangan umat Islam dan pelaksanaan misi Persyarikatan.
9. Mengembangkan hubungan dan kerjasama dengan berbagai lembaga dalam dan luar negeri untuk kepentingan pengembangan studi lanjut pada khususnya dan pengembangan kualitas PTM secara keseluruhan.
10. Muhammadiyah memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi, kurang mampu dan atau terkena musibah.[4]
Keputusan Muktamar ke 45 Malang
1. Optimalisasi peran lembaga pendidikan Muhammadiyah sebagai sarana dakwah, pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peningkatan kualitas sumberdaya insani.
2. Meningkatkan kualitas dan kerjasama antar lembaga pendidikan Muhammadiyah di semua jenjang pendidikan sehingga lembaga pendidikan Muhammadiyah dapat menjadi pusat keunggulan.
3. Mengupayakan sistem pendidikan Muhammadiyah yang berkualitas dengan berbasis al-Qur’an dan al-Sunnah.
4. Mendirikan dan mengoptimalisasikan peran pusat pengembangan kualitas lembaga pendidikan Muhammadiyah di bawah koordinasi majelis-majelis pendidikan Muhammadiyah dan bagian pendidikan PP. Aisyiyah, yang menjadi wahana efektif guna melakukan perencanaan mutu, penjaminan mutu dan pengendalian mutu.
5. Mengembangkan bentuk-bentuk pendidikan alternatif guna meningkatkan kualitas sumberdaya insan pengelola amal usaha Muhammadiyah.
6. Mengembangkan masyarakat pembelajaran, yakni suatu masyarakat di mana warganya memiliki kultur belajar: keyakinan, nilai-nilai, prinsip-prinsip, kebiasaan-kebiasaan, semboyan-semboyan yang dipegang bersama oleh warga sekolah yang mendorong warganya untuk senantiasa bekerja keras dan rajin menuntut ilmu. Kultur itu tercermin pada prilaku belajar dan ketersediaan fasilitas untuk belajar yang terbuka dan dapat diakses warga masyarakat.
7. Mengembangkan pendidikan berbasis luas (Broad Based Education), di mana lembaga pendidikan dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakatnya, antara lain dalam wujud pemberian keterampilan hidup (life skill) bagi warga masyarakat yang mengikuti pendidikan.
8. Menumbuhkan nafas kekeluargaan pada lembaga pendidikan, yaitu mengembangkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan saling memperhatikan.
9. Pembinaan dinamika lembaga pendidikan, antara lain dengan meningkatkan kemampuan pimpinan lembaga pendidikan di bidang manajemen dan komunikasi sosial lewat berbagai pelatihan.
10. Mengembangkan fungsi lembaga pendidikan dalam pembinaan IRM, IMM, TAPAK SUCI, dan HIZBUL WATHAN.
11. Mengadakan penelitian-penelitian dalam bidang pendidikan dan aspek-aspek lainnya yang menjadi bagian penting dan strategis dalam memajukan gerakan Muhammadiyah.
12. Mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak dalam melaksanakan penelitian-penelitian strategis.
13. Mengorganisasi kerjasama, jaringan dan fungsi-fungsi lembaga-lembaga pusat-pusat penelitian dan pengembangan di perguruan tinggi Muhammadiyah.
a. Rencana Strategis
Membangun kekuatan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya insani, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), dan eksplorasi aspek-aspek kehidupan yang bercirikan Islam, sehingga mampu menjadi alternatif kemajuan dan keunggulan di tingkat nasional atau regional.
b. Garis Besar program :
1. Membangun system informasi kekuatan Sumber Daya Insani (SDI) Muhammadiyah dalam bidang Iptek.
2. Menyusun road map pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Muhammadiyah
3. Memobilisasi kekuatan Muhammadiyah dalam bidang Iptek melalui pusat-pusat keunggulan yang berbasis lembaga pendidikan Muhammadiyah.
4. Membangun cetak biru (blue print) pendidikan Muhammadiyah untuk menjawab ketertinggalan pendidikan Muhammadiyah selama ini, dan sebagai langkah antisipasi bagi masa depan pendidikan yang lebih kompleks.
5. Menegaskan posisi dan implementasi nilai Islam, Kemuhammadiyahan dan kaderisasi dalam seluruh system pendidikan Muhammadiyah.
6. Mempercepat proses pengembangan institusi perndidikan Muhammdiyah sebagai pusat keunggulan dengan menyusun standar mutu.
7. Menjadikan mutu sebagai tujuan utama bagi seluruh usaha pengembangan amal usaha pendidikan Muhammadiyah.
8. Mengintegrasikan pengembangan amal usaha pendidikan Muhammadiyah dengan program pengembangan masyarakat.
9. Menyusun system pendidikan Muhammadiyah yang berbasis al-Qur’an dan sunnah.
10. Mengembangkan program-program penelitian dan pengembangan di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi dan berbagai aspek kehidupan yang penting dan strategis sebagai basis bagi pengambilan kebijakan dan pengembangan kemajuan persyarikatan.
11. Mengembangkan jaringan dan kerjasama lembaga-lembaga serta pusat-pusat penelitian dan pengembangan di lingkungan persyarikatan.[6]
Keputusan setiap Muktamar berkenaan dengan program pendidikan bukan hanya sekedar daftar keinginan, akan tetapi program-program tersebut merupakan bentuk komitmen persyarikan Muhammadiyah dalam dunia pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, keputusan-keputusan muktamar berkenaan dengan bidang pendidikan tersebut menggambarkan betapa Muhammadiyah menjadikan lembaga pendidikan sebagai pilar yang strategis dalam mendukung tujuan Muhammadiyah. Program-program tersebut juga mencerminkan dinamika pendidikan yang dikelola oleh persyarikatan Muhammadiyah.
B. Manajemen Pendidikan Muhammadiyah
Muhammadiyah adalah organisasi yang tumbuh dan berkembang dari inisiatif masyarakat secara perorangan yang kemudian menjadi inisiatif kelompok. Karena kesepahaman dengan visi dan misi serta tujuan persyarikatan itu maka kelompok-kelompok masyarakat tersebut dapat mendirikan sebuah ranting Muhammadiyah dengan pengesahan pimpinan di atasnya. Pendirian ranting Muhammadiyah tersebut biasanya disertai dengan amal usaha sebagai bentuk nyata aktivitasnya, tidak sedikit amal usaha itu merupakan sebuah sekolah.
Dalam persyarikatan Muhammadiyah, lembaga pendidikan dapat didirikan oleh Pimpinan Ranting, Pimpinan Cabang, Pimpinan Daerah, Pimpinan Wilayah atau Pimpinan Pusat. Manajemen yang diterapkan oleh Muhammadiyah sangat unik, Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam mengelola lembaga pendidikan yang ada di Muhammadiyah melakukan pengawasan dan pembinaan secara umum. Untuk melaksanakan tugas pengawasan dan pembinaan tersebut Muhammadiyah membentuk Majlis pendidikan dasar dan menengah untuk pengawasan dan pembinaan tingkat SD/MI,SMP/Tsanawiyah, SMA/SMK/Aliyah. Sedangkan untuk pengawasan dan pembinaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah menyerahkan kewenangannya kepadaMajlis Pendidikan Tinggi. Dalam hal-hal yang bersifat teknis, Muhammadiyah menyerahkan sepenuhnya kepada tingkat pimpinan yang mendirikan lembaga pendidikan tersebut.
Dengan kebijakan seperti ini maka manajemen pendidikan di Muhammadiyah menjadi sangat unik, terjadi keanekaragaman kebijakan pada setiap pimpinan yang menguasai lembaga pendidikan tersebut, seperti terjadinya keanekaragaman dalam rekrutmen guru, dosen, karyawan. Keanekaragaman dalam penggajian dan lain sebagainya. Gaji (honor) karyawan, guru dan dosen pada satu sekolah atau perguruan tinggi Muhammadiyah berbeda dengan gaji karyawan, guru dan dosen pada sekolah atau perguruan tinggi Muhammadiyah yang lain, hal ini merupakan suatu hal yang biasa dalam lembaga pendidikan Muhammadiyah. Sehingga dalam kenyataan saat ini, ada lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah yang sangat maju tetapi di tempat lain ada lembaga pendidikan Muhammadiyah yang sangat terpuruk.
Untuk masa yang akan datang, penulis berpendapat bahwa Muhammadiyah harus segera meninjau kebijakan seperti ini, Persyarikatan Muhammadiyah hendaknya membuat rambu-rambu yang lebih rinci, sehingga keberadaan lembaga pendidikan Muhammadiyah bisa eksis secara merata, tidak ada lembaga pendidikan yang sangat terpuruk, tetapi semuanya bisa maju secara bersama-sama. Status guru, dosen karyawan di berbagai lembaga pendidikan Muhammadiyah sama, sehingga out put siswa atau mahasiswa dari lembaga pendidikan Muhammadiyah memiliki kemampuan yang relative sama.
Penutup
Muhammadiyah sebagai organisasi Islam sejak awal berdiri memiliki komitmen yang teguh dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui jalur pendidikan, hingga saat ini lembaga pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah terus berkembang dan bertambah baik secara kuantitas maupun kualitas, walaupun di sisi lain tidak dapat dipungkiri ada lembaga pendidikan Muhammadiyah yang mengalami keterpurukan bahkan ada yang tutup, hal ini merupakan dinamika lembaga pendidikan yang dimiliki oleh Muhammadiyah.
Manajemen yang selama ini berlaku di Muhammadiyah justru membuat para perintis lembaga pendidikan di Muhammadiyah bersemangat untuk berkompetisi secara positif, walaupun demikian, menurut hemat penulis manajemen yang sekarang berlaku membutuhkan evaluasi secara mendalam untuk peningkatan mutu pendidikan Muhammadiyah secara umum.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, MT. Gagasan Pembaharuan Muhammadiyah. Surakarta: Pustaka Jaya.1985.
Daulay, Haidar Putra. Dinamika Pendidikan Islam di Asia Tenggara. Jakarta: Rineka Cipta. 2009.
Mulkhan, Abdul Munir. Pemikiran KH. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah. Jakarta: Bumi Aksara.1990.
PP Muhammadiyah. Tanfidz Keputusan Muktamar Muhammadiyah 43 Banda Aceh tahun 1995.
PP Muhammadiyah. Tanfidz Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-44 di Jakarta tahun 2000.
PP Muhammadiyah. Berita Resmi Muhammadiyah (tanfidz keputusan Muktamar Muhammadiyah 45 di Malang tahun 2005).
Yusuf, M. Yunan (ed.). Filsafat Pendidikan Muhammadiyah (naskah awal). Jakarta: Majlis Dikdasmen PP Muhammadiyah. 2000.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Microprocessor
BAB I
PENDAHULUAN
A. Sejarah Perkembangan Microprocessor
1971: 4004 Microprocessor
Pada tahun 1971 munculah microprocessor pertama Intel , microprocessor 4004 ini digunakan pada mesin kalkulator Busicom. Dengan penemuan ini maka terbukalah jalan untuk memasukkan kecerdasan buatan pada benda mati.
1972: 8008 Microprocessor
Pada tahun 1972 munculah microprocessor 8008 yang berkekuatan 2 kali lipat dari pendahulunya yaitu 4004.
1974: 8080 Microprocessor
Menjadi otak dari sebuah komputer yang bernama Altair, pada saat itu terjual sekitar sepuluh ribu dalam 1 bulan.
1978: 8086-8088 Microprocessor
Sebuah penjualan penting dalam divisi komputer terjadi pada produk untuk komputer pribadi buatan IBM yang memakai prosesor 8088 yang berhasil mendongkrak nama intel.
1982: 286 Microprocessor
Intel 286 atau yang lebih dikenal dengan nama 80286 adalah sebuah processor yang pertama kali dapat mengenali dan menggunakan software yang digunakan untuk processor sebelumnya.
1985: Intel386™ Microprocessor
Intel 386 adalah sebuah prosesor yang memiliki 275.000 transistor yang tertanam diprosessor tersebut yang jika dibandingkan dengan 4004 memiliki 100 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan 4004.
1989: Intel486™ DX CPU Microprocessor
Processor yang pertama kali memudahkan berbagai aplikasi yang tadinya harus mengetikkan command-command menjadi hanya sebuah klik saja, dan mempunyai fungsi komplek matematika sehingga memperkecil beban kerja pada processor.
1993: Intel® Pentium® Processor
Processor generasi baru yang mampu menangani berbagai jenis data seperti suara, bunyi, tulisan tangan, dan foto.
1995: Intel® Pentium® Pro Processor
Processor yang dirancang untuk digunakan pada aplikasi server dan workstation, yang dibuat untuk memproses data secara cepat, processor ini mempunyai 5,5 jt transistor yang tertanam.
1997: Intel® Pentium® II Processor
Processor Pentium II merupakan processor yang menggabungkan Intel MMX yang dirancang secara khusus untuk mengolah data video, audio, dan grafik secara efisien. Terdapat 7.5 juta transistor terintegrasi di dalamnya sehingga dengan processor ini pengguna PC dapat mengolah berbagai data dan menggunakan internet dengan lebih baik.
1998: Intel® Pentium II Xeon® Processor
Processor yang dibuat untuk kebutuhan pada aplikasi server. Intel saat itu ingin memenuhi strateginya yang ingin memberikan sebuah processor unik untuk sebuah pasar tertentu.
1999: Intel® Celeron® Processor
Processor Intel Celeron merupakan processor yang dikeluarkan sebagai processor yang ditujukan untuk pengguna yang tidak terlalu membutuhkan kinerja processor yang lebih cepat bagi pengguna yang ingin membangun sebuah system computer dengan budget (harga) yang tidak terlalu besar. Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk dan formfactor yang sama dengan processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya dengan instruksi-instruksi yang lebih sedikit, L2 cache-nya lebih kecil, kecepatan (clock speed) yang lebih lambat, dan harga yang lebih murah daripada processor Intel jenis Pentium. Dengan keluarnya processor Celeron ini maka Intel kembali memberikan sebuah processor untuk sebuah pasaran tertentu.
1999: Intel® Pentium® III Processor
Processor Pentium III merupakan processor yang diberi tambahan 70 instruksi baru yang secara dramatis memperkaya kemampuan pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio streaming, dan aplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara.
1999: Intel® Pentium® III Xeon® Processor
Intel kembali merambah pasaran server dan workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapat mempercepat pengolahan informasi dari system bus ke processor , yang juga mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang untuk dipadukan dengan processor lain yang sejenis.
2000: Intel® Pentium® 4 Processor
Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3.06 GHz. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan formafactor pin 423, setelah itu intel merubah formfactor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz.
2001: Intel® Xeon® Processor
Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan processor Intel Pentium 4 yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai computer server. Processor ini memiliki jumlah pin lebih banyak dari processor Intel Pentium 4 serta dengan memory L2 cache yang lebih besar pula.
2001: Intel® Itanium® Processor
Itanium adalah processor pertama berbasis 64 bit yang ditujukan bagi pemakain pada server dan workstation serta pemakai tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi Intel’s Explicitly Parallel Instruction Computing ( EPIC ).
2002: Intel® Itanium® 2 Processor
Itanium 2 adalah generasi kedua dari keluarga Itanium
2003: Intel® Pentium® M Processor
Chipset 855, dan Intel® PRO/WIRELESS 2100 adalah komponen dari Intel® Centrino™. Intel Centrino dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa kemana-mana.
2004: Intel Pentium M 735/745/755 processors
Dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus dan kecocokan dengan soket processor dengan seri-seri Pentium M sebelumnya.
2004: Intel E7520/E7320 Chipsets
7320/7520 dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400 memory, and PCI Express peripheral interfaces.
2005: Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz
Sebuah processor yang ditujukan untuk pasar pengguna komputer yang menginginkan sesuatu yang lebih dari komputernya, processor ini menggunakan konfigurasi 3.73GHz frequency, 1.066GHz FSB, EM64T, 2MB L2 cache, dan HyperThreading.
2005: Intel Pentium D 820/830/840
Processor berbasis 64 bit dan disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti, dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi 2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Pada processor jenis ini juga disertakan dukungan HyperThreading.
2006: Intel Core 2 Quad Q6600
Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang ia miliki memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache (sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power ( TDP ).
2006: Intel Quad-core Xeon X3210/X3220
Processor yang digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz, berturut-turut , dengan 8MB L2 cache ( dapat mencapai 4MB yang diakses untuk tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power (TDP).
Sistem komputer
Apakah beda antara komputer dengan mikroprosesor? Pada bab ini saya akan mencoba menjelaskannya secara ringkas, dengan fokus pada segi perangkat keras dan pemrograman yang mendukungnya.
B. Karakteristik Mikroprosesor
1. Ukuran bus data internal (internal data bus size): Jumlah saluran yang terdapat dalam mikroprosesor yang menyatakan jumlah bit yang dapat ditransfer antar komponen di dalam mikroprosesor.
2. Ukuran bus data eksternal (external data bus size): Jumlah saluran yang digunakan untuk transfer data antar komponen antara mikroprosesor dan komponen-komponen di luar mikroprosesor.
3. Ukuran alamat memori (memory address size): Jumlah alamat memori yang dapat dialamati oleh mikroprosesor secara langsung.
4. Kecepatan clock (clock speed): Rate atau kecepatan clock untuk menuntun kerja mikroprosesor.
5. Fitur-fitur spesial (special features): Fitur khusus untuk mendukung aplikasi tertentu seperti fasilitas pemrosesan floating point, multimedia dan sebagainya.
C. Arsitektur Mikrokomputer
1. Sistem komputer
Arsitektur komputer secara umum, sesuai dengan von Neumann, seperti terlihat pada gambar dibawah ini terdiri atas beberapa komponen, yakni: mikroprosesor sebagai pusatnya (CPU = Central Processing Unit), memori, port input/output, serta bus.
Diagram skematis arsitektur computer
2. Microprocessor/CPU
Mikroprosesor atau CPU adalah “otak” yang merupakan pengendali utama semua operasi dalam sistem komputer. Mikroprosesor mengambil instruksi biner dari memori, menterjemahkannya menjadi serangkaian aksi dan menjalankannya. Aksi tersebut bisa berupa transfer data dari dan ke memori, operasi aritmatika dan logika, atau pembangkitan sinyal kendali.
3. Memori
Memori adalah komponen yang digunakan untuk menyimpan instruksi-instruksi biner yang akan dijalankan oleh mikroprosesor, serta data yang digunakan untuk bekerja. Dalam pandangan Penulis, yang dimaksud sebagai memori dalam diktat ini berupa memori yang dapat langsung diakses oleh mikroprosesor, yaitu RAM (random access memory) yang dapat dibaca-tulis dan ROM (read only memory) yang hanya dapat dibaca saja. Sedangkan komponen penyimpan data yang lain, seperti floppy disk, harddisk, CDROM, dll., dikelompokkan sebagai perangkat (device) input/output. Setiap lokasi data dalam memori diberi alamat tertentu sehingga dapat secara khusus dituju oleh mikroprosesor. Dalam sistem komputer, memori tidak harus berupa sebuah komponen tunggal, tapi bisa lebih asalkan tidak ada alamat yang saling bertindihan. Satuan memori menentukan ukuran data pada setiap lokasi di memori, pada personal komputer satuan memori biasanya adalah 8 bit (1 byte), sedangkan pada mainframe ada yang bersatuan 12 bit atau 16 bit.
Memori dapat berupa memori statik yang tersusun atas matriks flip-flop yang masing-masing menyimpan bit-bit biner. Bisa juga berupa memori dinamik yang tersusun atas susunan banyak kapasitor yang ada-tidaknya muatan listriknya menandakan isyarat biner. Karena pada kapasitor terjadi peluruhan muatan, maka pada setiap selang waktu tertentu (misalnya setiap 2 milidetik) harus direfresh agar kembali ke keadaan semula.
4. Port I/O
Port input/output adalah komponen yang menghubungkan mikroprosesor dengan perangkat luar (harddisk printer, keyboard, monitor, dll.). Jadi port disini berlaku sebagai “pintu” ke perangkat luar. Sebagaimana memori, port I/O juga bukan merupakan komponen tunggal (artinya ada banyak port di dalam sistem komputer) yang masing-masing diberi alamat tertentu. Dengan demikian mikroprosesor tahu, misalnya, ke mana untuk mengirim data ke printer, mengambil data dari mouse dsb.
5. Bus
Bus adalah kumpulan jalur yang menghubungkan ketiga komponen di atas. Bus dapat dianalogikan sebagai jalan umum di muka rumah kita yang dapat kita lewati jika hendak menuju rumah tetangga, kantor, dsb. Bedanya, di jalan umum pada suatu waktu bisa terdapat banyak orang atau kendaraan yang melewatinya; sedangkan untuk bus, pada suatu saat hanya bisa ada satu keadaan (biner) untuk setiap jalurnya. Dengan kata lain, ada banyak komponen yang terhubung ke bus, tapi hanya sebuah komponen yang akan mengisi bus tersebut pada suatu saat. Bus dalam sistem komputer dibagi menjadi 3 kelompok:
Bus alamat (address bus), yang digunakan oleh mikroprosesor untuk mengirim informasi alamat memori atau port I/O yang akan dihubungi olehnya. Ukuran bus alamat menentukan berapa kapasitas memori yang ada, misalnya ukuran bus alamat 16 bit (16 jalur alamat) akan mampu mengalamati 216 atau 65536 (64 kb) lokasi memori. Perhatikan arah panah ke dan dari bus alamat pada gambar diatas.
Bus data (data bus), yang digunakan untuk lewatnya data dari dan ke masing-masing komponen di atas. Bus data mempunyai ukuran tertentu misalnya 8, 16, atau 32 jalur. Ukuran ini tidak harus sama dengan ukuran data pada setiap lokasi memori. Misalnya apabila berukuran memori adalah 8 bit, maka dengan bus data 32 bit akan dapat memindahkan 4 data (menulis/membaca 4 lokasi memori) sekaligus.
Bus kendali (control bus), yang berisi jalur-jalur untuk keperluan pengiriman sinyal kendali antar komponen, misalnya sinyal yang menandakan isyarat untuk membaca, atau menulis, pemilihan memori atau port, interupsi, dll. Isyarat-isyarat ini yang kemudian menentukan aksi apa yang harus dilakukan oleh masing-masing komponen.
6. Eksekusi Program
Program adalah urutan instruksi yang akan dijalankan oleh mikrorposesor. Program ini terletak di dalam memori. Mikroprosesor melakukan fetch and execute dengan cara mengambil instruksi yang hendak dijalankan dari lokasi memori tersebut (fetch), menerjemahkannya, dan kemudian menjalankannya (execute). Secara praktis hal di atas terjadi dengan cara berikut: mikroprosesor mengisi bus alamat dengan alamat instruksi berikutnya di dalam memori, lalu memori mengirimkan instruksi yang ada di alamat tersebut melalui bus data. Karena ukuran instruksi tidak mesti hanya 1, bisa juga suatu instruksi terdiri atas 3 byte misalnya
( ) 1, maka operasi fetch ini diulang sampai instruksi yang diambil dari memori lengkap, setelah itu mikroprosesor menerjemahkan instruksi tersebut ke dalam aksi yang harus dijalankan. Selesai menjalankannya lantas melakukan fetch and execute untuk instruksi berikutnya. Demikian dilakukan berulang-ulang, satu instruksi demi satu instruksi.
D. Arsitektur Umum Mikroprosessor
Secara umum, mikroprosesor berisi unit aritmetika/logika (ALU), register, bus internal, serta unit kendali, seperti terlihat pada Gambar dibawah ini. Register dan ALU dihubungkan dengan bus internal dalam mikroprosesor sehingga register dan memori (melalui bus data) dapat mensuplai data ke ALU dan menerima hasilnya. Dalam contoh ini, terdapat 2 buah register, A dan B, yang digunakan untuk secara temporer menyimpan hasil komputasi. Bus internal X dan Y digunakan untuk mentransfer data sebagai operand yang akan diolah ALU. Bus internal Z digunakan untuk mentransfer hasil operasi ALU ke register atau memori (melalui bus data). Register MA(2) (Memory Address) berisi informasi alamat memori yang akan diakses. Unit kendali mengendalikan semua operasi dalam mikroprosesor. Perhatikan kepala panah yang menunjukkan arah aliran data.
Arsitektur umum microprocessor
Sebagai contoh. misalkan kita hendak menjumlahkan data dari suatu lokasi di memori dengan data dari register A serta menyimpannya di register B. Register MA diisi dengan alamat memori yang akan dibaca, lalu register A dihubungkan ke bus X, bus data dihubungkan ke bus Y, dan bus Z dihubungkan dengan register B, kemudian ALU melakukan operasi penjumlahan.
BAB II
Intel Pentium 4 Processor
A. Definisi
Intel Pentium 4 adalah prosesor generasi ketujuh yang dibuat oleh Intel Corporation dan dirilis pada bulan November 2000 meneruskan prosesor Intel Pentium III. Nama core yang diperkenal adalah Willamette dan Northwood setelah itu disusul oleh Prescott dan Cedar-Mill. Pengembangan prosesor selalu diikuti dengan penambahan fitur pada cache memorinya.
B. Spesifikasi Pentium 4
Nama Processor | Intel Pentium 4 |
Nama Perkenalan | Willamette Northwood Prescott Cedar-Mill |
Luas Penampang | Willamette: 217 mm2 Northwood: 131 mm2 Prescott: 112 mm2 |
Proses Produksi | |
Jangkauan Kecepatan | 1,3 GHz hingga 3,8 GHz |
Transistor | Willamette: 42.000.000 Northwood: 55.000.000 Prescott: 125.000.000 |
Intruksi Tambahan | |
Bus sisi depan (FSB) | 400 MHz, 533 MHz, 800 MHz, atau 1.066 MHz (bersifat empat kali lipat atau quad) |
Pipeline | Willamette dan Northwood: 20 Prescott dan Cedar Mill: 31 |
Cache L1 | |
Cache L2 | 256 KB, 512 KB, atau 1.024 KB, dalam tubuh, kecepatan penuh (setara dengan kecepatan prosesor) dengan lebar lajur 256-bit |
Jenis Cache L2 | Asosiatif delapan lajur, mendukung ECC |
Cache Memory | 4GB |
Dudukan Processor | FC-PGA 423 (Flip-Chip Pin-Grid Array) FC-PGA Mikro 478 (Micro Flip-Chip Pin-Grid Array) LGA 775 (Land Grid Array) |
Dukungan Multiprocessor | |
Memori yang Didukung | SDRAM: PC-133 RDRAM: PC-600, PC-700, PC-800, PC-1066. |
C. Perkembangan Intel P4
Seiring dengan berkembangnya zaman maka Intel Pentium 4 pun semakin berkembang. Berikut perkembangan Intel Pentium 4 :
D. Level Cache Memory
Secara detail, Pentium 4 memiliki penambahan beberapa fitur pada cache memorinya, yaitu adanya Level 1 Execution Trace Cache (L1 ETC) dan adanya Peningkatan Advance Transfer Cache (ATC). Berikut penjelasannya :
1. Level 1 Execution Trace Cache (L1 ETC)
Sebagai tambahan untuk standar level 1 data cache 8 KB, Pentium 4 memasukkan 12 KB L1 ETC. Cache tersebut menyimpan instruksi micro-op yang terbaca karena instruksi-instruksi tersebut akan dieksekusi, mengoptimalkan efisiensi dan kinerja media penyimpanan dengan cara menghilangkan micro-op yang terbaca dari perulangan eksekusi utama dan hanya menyimpan instruksi micro-op tersebebut yang dibutuhkan saja. Dengan mengolah instruksi micro-op sebelum mereka dibutuhkan, maka L1 ETC dapat memastikan bahwa unit pengeksekusian prosesor kadang-kadang harus menunggu berbagai instruksi, dan efeknya adalah beberapa hal yang memungkinkan adanya salah prediksi (mispredictions) dapat diminimalisir.
2. Peningkatan Advance Transfer Cache (ATC)
Intel telah menambah performa dari L2 ATC yang pertama kali muncul pada saat Pentium III diluncurkan. Pentium 4 menggunakan non-blocking, asosiatif delapan jalur, inklusif, on-die, L2 cache yang memiliki kecepatan penuh (setara dengan kecepatan prosesor) dengan lebar lajur 256-bit. Dikarenakan clock Pentium 4 lebih cepat dari pada Pentium III, maka L2 cache nya pun mendukung transfer data dengan data rate yang lebih besar. Sebagai contoh, Pentium III yang memiliki clock 1 GHz mentransfer data pada L2 cache dengan kecepatan 16 GB/s, sedangkan Pentium 4 yang memiliki clok 1,5 GHz mentransfer data pada L2 cache dengan kecepatan 48 GB/s (hanya dengan perbedaan clock satu setengah kali saja mampu menambah transfer rate sebanyak tiga kali lipat). ATC juga mendukung peningkatan Data Prefetch Logic (DPL) yang dapat mengantisipasi data apakah yang akan dibutuhkan oleh program dan mengisinya kedalam cache sebelum data tersebut dibutuhkan. Pentium 4 dengan core yang bernama Willamette mempunyai L2 cache sebesar 256 KB, sedangkan core Northwood mempunyai L2 cache sebesar 512 KB.
E. Produk Intel Pentium 4
1) Processor Intel Pentium 4 dengan HT Technology
Tersedia di 3,0 GHz 3,4 GHz dan dengan 1M atau 2M cache, dan 800 MHz front side bus memberikan 6,4 GB data per detik ke dalam dan keluar dari prosesor.
2) Intel Pentium 4 Processor
Tersedia di 2,0 GHz dan 2,6 GHz dengan MHz front side bus 400 memberikan 3,2 GB data per detik dan sebesar 2,8 dan 2,4 GHz dengan MHz front side bus 533 memberikan 4,2 GB data per detik ke dalam dan keluar dari prosesor.
3) Intel Pentium 4 Processor-M
Tersedia di 1,7 GHz dan 2,2 GHz dengan bus prosesor MHz 400 sisi memberikan 3,2 GB data per detik ke dalam dan keluar dari prosesor.
4) Intel Pentium 4 Extreme Edition
BAB III
KESIMPULAN
Setiap komputer yang kita gunakan didalamnya pasti terdapat Mikroprosesor. Mikroprosesor, dikenal juga dengan sebutan Central Processing Unit (CPU) artinya unit pengolahan data. CPU adalah pusat dari proses perhitungan dan pengolahan data yang terbuat dari sebuah lempengan yang disebut “chip”. Chip sering disebut juga dengan “Integrated Circuit (IC)”, Bentuk kecilnya, terbuat dari lempengan silikon dan bisa terdiri dari 10 juta transistor.
Pada tahun 2000, Intel mengeluarkan prosessor dengan tipe Intel® Pentium® 4 Processor. Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3,06 GHz. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5 GHz dengan form factor pin 423, setelah itu intel merubah form factor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1,3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3,4 GHz.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sistem Operasi
BAB 1
SEJARAH MACINTOSH
Macintosh, atau Mac, adalah serangkaian beberapa baris komputer pribadi yang dirancang, dikembangkan, dan dipasarkan oleh Apple Inc. Macintosh pertama diperkenalkan pada 24 Januari 1984 lewat iklan Super Bowl; itu adalah pertama yang sukses secara komersial personal komputer untuk fitur mouse dan sebuah antarmuka pengguna grafis daripada antarmuka baris perintah. Macintosh adalah komputer pertama yang memperkenalkan sistem antarmuka grafis (GUI). Pada waktu itu, langkah yang dilakukan Apple adalah sebuah perkembangan revolusioner dalam dunia komputer personal.
Melalui paruh kedua tahun 1980-an, perusahaan pangsa pasar yang dibangun hanya untuk melihatnya menghilang pada 1990-an sebagai pasar komputer pribadi bergeser ke arah yang kompatibel PC IBM mesin yang menjalankan MS-DOS dan Microsoft Windows. Apel konsolidasi tingkat konsumen beberapa model desktop ke 1998 iMac all-in-one, yang merupakan keberhasilan penjualan dan melihat merek Macintosh direvitalisasi. sistem Mac ini utamanya ditujukan di rumah, pendidikan, dan pasar profesional kreatif. Mereka adalah: tersebut (meskipun upgrade) iMac dan entry-level Mac mini model desktop, maka workstation-level Mac Pro menara, di MacBook, MacBook Air dan MacBook Pro laptop, dan Xserve server.
Produksi Mac didasarkan pada integrasi vertikal model bahwa Apple memfasilitasi semua aspek dari perangkat keras dan menciptakan sendiri sistem operasi yang sudah diinstal pada semua komputer Mac. Hal ini berbeda dengan kebanyakan IBM PC yang kompatibel, di mana beberapa perangkat keras penjual menciptakan dimaksudkan untuk menjalankan operasi perusahaan lain perangkat lunak.
Apple tidak menggunakan komponen pihak ketiga, namun. Current Mac CPU menggunakan Intel 's arsitektur x86; model 1.994-2.006 menggunakan AIM aliansi' s PowerPC dan model yang digunakan 1.984-1.994 Motorola 's 68k. Apel juga mengembangkan sistem operasi Mac, saat ini Mac OS X versi 10.6 "Snow Leopard". Mac modern, seperti komputer pribadi lainnya, mampu menjalankan sistem operasi alternatif seperti Linux, FreeBSD, dan, dalam kasus Mac berbasis Intel, Microsoft Windows. Namun, Apple tidak lisensi Mac OS X untuk digunakan pada komputer non-Apple.
Yang asli Macintosh, yang pertama komputer pribadi yang sukses secara komersial untuk menggunakan gambar, bukan teks, untuk berinteraksi dengan pengguna. 1.1. Periode 1979-1984: Pengembangan
Bagian dari tim desain Macintosh yang asli, seperti yang terlihat di sampul Revolusi di Lembah. Kiri ke kanan: George Crow, Joanna Hoffman, Burrell Smith, Andy Hertzfeld, Macintosh, Bill Atkinson, Jerry Manock.
Macintosh Proyek ini dimulai pada akhir 1970-an dengan Jef Raskin, Apple karyawan, yang membayangkan yang mudah digunakan, biaya rendah rata-rata komputer untuk konsumen. Dia ingin nama komputer setelah tipe kesukaannya apel, McIntosh, tetapi nama harus diubah untuk alasan yang sah. Pada bulan September 1979, Raskin diberi wewenang untuk memulai menyewa untuk proyek ini, dan ia mulai mencari seorang insinyur yang bisa membuat sebuah prototipe. Bill Atkinson, seorang anggota dari Apple's Lisa tim (yang sedang mengembangkan serupa, tetapi lebih tinggi-end komputer), memperkenalkannya kepada Burrell Smith, seorang teknisi servis yang telah disewa sebelumnya tahun itu. Selama bertahun-tahun, Raskin membentuk sebuah tim pengembangan besar yang dirancang dan dibangun Macintosh asli perangkat keras dan perangkat lunak; selain Raskin, Atkinson dan Smith, tim termasuk Chris Espinosa, Joanna Hoffman, George Crow, Bruce Horn, Jerry Manock, Susan Kare, Andy Hertzfeld, dan Daniel Kottke.
Smith dewan Macintosh pertama dibangun untuk desain Raskin spesifikasi: itu 64 kilobyte (KB) of RAM, menggunakan Motorola 6809E microprocessor, dan mampu mendukung 256 × 256 piksel hitam-putih bitmap layar. Bud Tribble, Macintosh programmer, tertarik dalam menjalankan program-program grafis Lisa di Macintosh, dan bertanya Smith apakah ia bisa menggabungkan Lisa's Motorola 68000 microprocessor ke Mac sambil tetap menjaga biaya produksi turun. Pada Desember 1980, Smith telah berhasil merancang sebuah papan yang tidak hanya menggunakan 68.000, tapi menabrak kecepatan 5-8 megahertz (MHz); papan ini juga memiliki kemampuan untuk mendukung 384 × 256 pixel. Smith desain chip RAM yang digunakan lebih sedikit daripada Lisa, yang membuat dewan produksi secara signifikan biaya lebih efisien. Mac final desain adalah lengkap dan telah lengkap QuickDraw bahasa dan juru gambar di 64 Kb dari ROM - jauh lebih daripada kebanyakan komputer lain, tetapi memiliki 128 KB RAM, dalam bentuk enam belas 64 kilobit (Kb) chip RAM disolder ke logicboard. Meskipun tidak ada slot memori, maka RAM adalah expandable to 512 KB dengan cara menyolder enam belas chip soket untuk menerima chip RAM 256 Kb di tempat pabrik-diinstal chip. Produk akhir adalah layar 9-inch, 512x342 pixel monochrome display, melebihi prototipe.
Pengguna berkomunikasi dengan komputer tidak melalui baris abstrak kode melainkan menggunakan metafora desktop yang menyertakan item bahwa pengguna sudah akrab dengan. Desain menarik perhatian Steve Jobs, pendiri Apple. Menyadari bahwa Macintosh itu lebih dipasarkan daripada Lisa, ia mulai memusatkan perhatian pada proyek. Raskin akhirnya meninggalkan proyek Macintosh pada tahun 1981 atas konflik kepribadian dengan Jobs, dan desain Macintosh akhir dikatakan lebih dekat dengan Jobs 'ide-ide dari Raskin. Setelah mendengar perintis teknologi GUI yang dikembangkan di Xerox PARC, Jobs telah dinegosiasikan kunjungan untuk melihat Alto Xerox komputer dan Smalltalk alat pengembangan sebagai imbalan untuk Apple opsi saham. Lisa dan Macintosh the user interface yang sebagian dipengaruhi oleh teknologi dilihat di Xerox PARC dan dikombinasikan dengan kelompok Macintosh ide-ide sendiri. Pekerjaan juga menugaskan perancang industri Hartmut Esslinger untuk bekerja di garis Macintosh, yang mengakibatkan "Snow White" desain bahasa; meskipun datang terlambat untuk Mac yang paling awal, itu sudah dilaksanakan di sebagian besar pertengahan hingga akhir 1980-an komputer Apple. Namun, Lowongan Kerja 'kepemimpinan pada proyek Macintosh tidak berlangsung; setelah perjuangan kekuasaan internal dengan CEO baru John Sculley, Jobs marah mengundurkan diri dari Apple pada tahun 1985, kemudian ditemukan NeXT, perusahaan komputer lain, dan tidak kembali sampai 1997.
1.2. Periode 1984: Pendahuluan
Seorang wanita muda membawa godam dan mengenakan tank top putih dengan gambar Macintosh dari sosok hitam berjalan di latar belakang. | iklan televisi ini, pertama ditayangkan selama Super Bowl XVIII, meluncurkan Macintosh asli. The Macintosh 128K diumumkan kepada pers pada Oktober 1983, diikuti oleh 18-halaman brosur yang disertakan dengan berbagai majalah pada bulan Desember. The Macintosh diperkenalkan oleh kini terkenal US $ 1,5 juta Ridley Scott televisi komersial, "1984". terutama komersial ditayangkan pada kuartal ketiga Super Bowl XVIII di 22 Januari 1984 dan sekarang dianggap sebagai "peristiwa DAS" dan "mahakarya." 1984 menggunakan pahlawan tanpa nama untuk mewakili kedatangan Macintosh (ditunjukkan dengan Picasso-gambar gaya Apple's Macintosh komputer di putihnya tank top) sebagai alat untuk menyelamatkan umat manusia dari "kesesuaian" (Big Brother). Gambar-gambar ini adalah sebuah sindiran untuk George Orwell 's mencatat novel, Nineteen Eighty-Four, yang menggambarkan masa depan dystopian diperintah oleh televisi "Big Brother."
Dua hari setelah iklan ditayangkan tahun 1984, Macintosh mulai dijual. Itu datang dibundel dengan dua aplikasi yang dirancang untuk memamerkan dengan antarmuka: MacWrite dan MacPaint. Ketika pertama kali ditunjukkan oleh Steve Jobs pada pertama dari pidato terkenal Keynote Mac komputer menarik frasa "Macintosh, insanely hebat!" dan menceritakan sebuah lelucon menggunakan text-to-speech. Walaupun Mac mengumpulkan segera, antusias mengikuti, beberapa berlabel itu hanya "mainan." Karena mesin itu sepenuhnya dirancang dengan GUI, yang ada mode teks dan aplikasi yang digerakkan oleh perintah harus dirancang ulang dan ditulis ulang kode pemrograman, ini merupakan pekerjaan yang memakan waktu yang banyak pengembang perangkat lunak memilih untuk tidak melakukan, dan mengakibatkan kekurangan awal perangkat lunak untuk sistem yang baru. Pada April 1984 Microsoft 's Multiplan bermigrasi lebih dari MS-DOS, diikuti oleh Microsoft Word pada Januari 1985. Pada tahun 1985, Lotus Software memperkenalkan Lotus Jazz setelah keberhasilan Lotus 1-2-3 untuk IBM PC, meskipun sebagian besar merupakan flop. Apple memperkenalkan Macintosh Kantor tahun yang sama dengan iklan lemming. Terkenal karena menghina pelanggan potensial sendiri, itu tidak berhasil.
Apple Macintosh Plus di Design Museum di Gothenburg, Swedia. Untuk pasca pemilu khusus edisi Newsweek pada bulan November 1984, Apple menghabiskan lebih dari US $ 2,5 juta untuk membeli semua 39 halaman iklan dalam isu. Apple juga mengelola sebuah "Test Drive Macintosh" promosi, di mana potensi pembeli dengan kartu kredit bisa membawa pulang sebuah Macintosh selama 24 jam dan mengembalikannya ke dealer sesudahnya. Sementara 200.000 orang berpartisipasi, dealer tidak menyukai promosi, penawaran komputer tidak cukup untuk permintaan, dan banyak yang kembali dalam bentuk yang buruk bahwa mereka tidak lagi dapat dijual. Hal ini disebabkan kampanye pemasaran CEO John Sculley untuk menaikkan harga dari US $ 1.995 menjadi US $ 2.495 (disesuaikan dengan inflasi, sekitar $ 5.000 di 2007).
1.3. Periode 1985-1989: Desktop publishing era
Pada tahun 1985, kombinasi dari Mac, Apple LaserWriter printer, dan Mac perangkat lunak khusus seperti Boston Software's MacPublisher dan Aldus PageMaker memungkinkan pengguna untuk merancang, melihat, dan tata letak halaman cetak lengkap dengan teks dan gambar-sebuah kegiatan untuk menjadi dikenal sebagai desktop publishing. Awalnya, desktop publishing adalah unik ke Macintosh, tapi akhirnya menjadi tersedia untuk IBM PC pengguna juga. Kemudian, aplikasi seperti Macromedia FreeHand, QuarkXPress, Adobe Photoshop, dan Adobe Illustrator memperkuat posisi Mac sebagai komputer grafis dan membantu memperluas pasar desktop publishing muncul.
Keterbatasan Mac pertama segera menjadi jelas: itu sedikit memori, bahkan dibandingkan dengan komputer pribadi lainnya pada tahun 1984, dan tidak dapat diperluas dengan mudah, dan tidak memiliki hard disk atau sarana untuk melampirkan satu dengan mudah. Pada bulan Oktober 1985, Apple meningkatkan memori Mac to 512 KB, tapi itu tidak nyaman dan sulit untuk memperluas memori 128 KB Mac. Dalam upaya untuk meningkatkan konektivitas, Apple merilis Macintosh Plus pada 10 Januari 1986 untuk US $ 2.600. Menawarkan satu megabyte RAM, diperluas ke empat, dan kemudian-revolusioner SCSI antarmuka paralel, sehingga sampai tujuh peripherals-seperti hard drive dan scanner-harus terpasang ke mesin. Its floppy drive telah meningkat menjadi 800 KB kapasitas. Mac Plus menjadi sebuah kesuksesan dan tetap dalam produksi, tidak berubah, sampai 15 Oktober, 1990; di penjualan selama lebih dari empat tahun dan sepuluh bulan, itu yang paling lama tinggal di Apple Macintosh sejarah.
The Macintosh II, salah satu model Macintosh diperluas. Perbaikan utama di Macintosh II Warna QuickDraw dalam ROM, warna versi bahasa grafis yang merupakan jantung dari mesin. Di antara banyak inovasi dalam Warna QuickDraw adalah kemampuan untuk menangani berbagai ukuran layar, kedalaman warna apapun, dan beberapa monitor. Isu-isu lain tetap, khususnya kecepatan prosesor yang rendah dan kemampuan grafis yang terbatas, yang tertatih-tatih Mac kemampuan untuk membuat terobosan ke dalam pasar komputasi bisnis. Diperbarui Motorola CPU membuat mesin yang lebih cepat mungkin, dan pada tahun 1987 Apple mengambil keuntungan dari teknologi Motorola baru dan memperkenalkan Macintosh II, yang menggunakan 16 MHz Motorola 68.020 prosesor.
Macintosh II menandai awal arah baru untuk Macintosh, seperti sekarang, untuk pertama kalinya, itu memiliki arsitektur terbuka, dengan beberapa slot ekspansi, dukungan untuk grafis warna, dan modular break-out desain serupa dengan yang dari IBM PC dan terinspirasi oleh garis lain Apple, mengembangan Apple II series internal hard drive dan power supply dengan seorang penggemar, yang awalnya cukup keras. Salah satu pengembang pihak ketiga menjual perangkat untuk mengatur kecepatan kipas berdasarkan sensor panas, tetapi voided garansi. Kemudian komputer Macintosh mempunyai kekuatan lebih tenang persediaan dan hard drive.
Pada September 1986 Apple memperkenalkan Macintosh Programmer's Workshop, atau MPW yang memungkinkan pengembang perangkat lunak untuk membuat perangkat lunak untuk Macintosh di Macintosh, bukannya cross-berkembang dari Lisa. Pada Agustus 1987 Apple meluncurkan HyperCard, dan memperkenalkan MultiFinder, yang menambahkan koperasi multitasking ke Macintosh. Dalam Fall Apple paket kedua dengan setiap Macintosh.
The Macintosh SE ini dirilis pada waktu yang sama seperti Macintosh II, seperti yang pertama Mac kompak dengan 20 MB internal hard drive dan satu slot ekspansi. SE juga diperbaharui Jerry Manock dan Terry Oyama's asli desain dan berbagi Macintosh II's Snow White bahasa desain, serta baru Apple Desktop Bus (ADB) mouse dan keyboard yang pertama kali muncul pada Apple II GS beberapa bulan sebelumnya.
Pada tahun 1987, Apple berputar dari bisnis perangkat lunak sebagai Claris. Itu diberi kode dan hak untuk beberapa aplikasi yang telah ditulis di dalam Apple, terutama MacWrite, MacPaint, dan MacProject. Pada akhir 1980-an, Claris merilis sejumlah perangkat lunak dirubah judul, hasilnya adalah "Pro" seri, termasuk MacPaint Pro, MacDraw Pro, MacWrite Pro, dan FileMaker Pro.. Untuk menyediakan office suite yang lengkap, Claris membeli hak atas Wingz Informix spreadsheet pada Mac, mengubah nama itu Claris Resolve,dan menambahkan perangkat lunak presentasi baru Claris Impact. Pada awal 1990-an, Claris aplikasi yang pengiriman dengan mayoritas konsumen tingkat Macintoshes dan sangat populer. Pada tahun 1991, Claris dirilis ClarisWorks, yang segera menjadi kedua mereka laris aplikasi. Ketika Claris adalah reincorporated kembali ke Apple di thn 1998, berganti nama menjadi ClarisWorks mulai AppleWorks dengan versi 5.0.
The Macintosh Portable adalah portabel pertama Apple Macintosh. Itu tersedia 1989-1991 dan dapat menjalankan System 6 dan System 7. Pada tahun 1988, Apple menggugat Microsoft dan Hewlett-Packard dengan alasan bahwa mereka melanggar hak cipta Apple GUI, mengutip (antara lain) penggunaan persegi panjang, tumpang tindih, dan resizable jendela. Setelah empat tahun, kasus itu memutuskan untuk Apple, seperti juga kemudian banding. Tindakan Apple dikritik oleh beberapa orang dalam komunitas perangkat lunak, termasuk Free Software Foundation (FSF), yang merasa Apple sedang berusaha memonopoli di GUI pada umumnya, dan perangkat lunak GNU memboikot untuk Macintosh platform selama tujuh tahun.
Dengan baru 68.030 Motorola prosesor datang Macintosh IIx di tahun 1988, yang telah memperoleh manfaat dari peningkatan internal, termasuk on-board MMU. Disusul pada tahun 1989 dengan versi yang lebih kompak dengan sedikit slot (di Macintosh IIcx) dan versi Mac SE didukung oleh 16 MHz 68.030 (di Macintosh SE/30, melanggar konvensi penamaan yang ada untuk menghindari nama "Seks" ). Belakangan tahun itu, IIci Macintosh, berjalan pada 25 MHz, Mac pertama untuk menjadi "32-bit bersih," membiarkannya native mendukung lebih dari 8 MB RAM, tidak seperti para pendahulu, yang telah "32-bit kotor" ROM (8 dari 32 bit yang tersedia untuk mengatasi digunakan untuk OS tingkat-flag). System 7 adalah sistem operasi Macintosh pertama untuk mendukung pengalamatan 32-bit. Apple juga memperkenalkan Macintosh Portable, 16 MHz 68.000 mesin dengan matriks aktif layar panel datar yang backlit pada beberapa model. Tahun berikutnya Macintosh IIfx, mulai US $ 9.900, ini diresmikan. Terlepas dari cepat 40 MHz 68.030 prosesor, itu perbaikan signifikan arsitektur internal, termasuk memory yang lebih cepat dan dua Apple II-era CPU didedikasikan untuk I / O pengolahan.
1.4. Periode 1990-1998: Pertumbuhan dan penurunan
The Macintosh Classic,Apple anggaran awal 1990-an model. Microsoft Windows 3.0, yang mulai mendekati sistem operasi Macintosh baik dalam kinerja dan set fitur, telah dirilis sejak Mei 1990 dan masih bisa digunakan, alternatif lebih murah untuk platform Macintosh. Tanggapan Apple untuk memperkenalkan berbagai Mac relatif murah pada bulan Oktober 1990. The Macintosh Classic, pada dasarnya versi yang lebih murah dari Macintosh Plus, terjual seharga US $ 999, membuat Mac yang paling murah sampai awal 2001. 68.020 bertenaga the Macintosh LC, dalam khas "kotak pizza" kasus, yang tersedia untuk US $ 1.800; itu menawarkan grafis warna dan disertai dengan yang baru, biaya rendah 512 × 384 piksel monitor. The Macintosh IIsi, pada dasarnya 20 MHz IIci dengan hanya satu slot ekspansi, biaya US $ 2500. Semua dijual tiga mesin baik, meskipun margin laba Apple ini jauh lebih rendah dari pada mesin-mesin sebelumnya.
System 7 adalah upgrade besar pertama dari sistem operasi Macintosh.
OS 8 adalah upgrade besar kedua sistem operasi Mac. OS 8.6 ditampilkan. Tahun 1991 melihat banyak-diantisipasi pelepasan System 7, a 32-bit menulis ulang dari sistem operasi Macintosh yang memperbaiki penanganan grafis warna, pengalamatan memori, jaringan, dan koperasi multitasking, dan diperkenalkan memori virtual. Belakangan tahun itu, Apple memperkenalkan Macintosh Quadra 700 dan 900, Mac pertama untuk menggunakan cepat Nokia 68.040 prosesor. Mereka bergabung dengan versi perbaikan tahun sebelumnya top sellers, the Macintosh Classic II dan Macintosh LC II, yang menggunakan CPU 16 MHz 68.030. Juga selama waktu ini, Macintosh mulai melepaskan "Snow White "bahasa desain, bersama dengan biaya konsultasi yang mahal mereka membayar untuk Frogdesign, demi membawa pekerjaan di rumah dengan mendirikan Apple Desain Industri Group untuk mendirikan segar baru untuk pergi dengan sistem operasi baru. [38]
The PowerBook 100 (ditampilkan di sini), 140 dan 170 memperkenalkan jajaran laptop profesional Mac. Mereka dipelopori notebook ergonomi dengan menempatkan telapak tangan di belakang keyboard beristirahat. Pada bulan Oktober 1991, Macintosh Portable digantikan oleh tiga model yang pertama di Apple's abadi PowerBook rentang-the PowerBook 100, sebuah miniatur Portable; 68.030 MHz 16 PowerBook 140; dan 25 MHz 68030 PowerBook 170. Mereka adalah yang pertama portabel komputer dengan keyboard di belakang sandaran tangan, dan dengan built-in perangkat penunjuk (a trackball) di depan keyboard.
Pada tahun 1992, Apple mulai menjual Mac low-end, para Performa, melalui dealer non-tradisional. Di Apple dealer, kisaran menengah versi seri Quadra disebut Macintosh Centris ditawarkan, hanya untuk dapat dengan cepat berganti nama menjadi Quadra ketika pembeli menjadi bingung oleh berbagai Classics, LC, Iis, Quadras, Performas, dan Centrises. Apple juga meluncurkan miniatur PowerBook Duo jangkauan. Hal ini dimaksudkan untuk menjadi merapat ke stasiun pangkalan untuk desktop-seperti fungsi di tempat kerja, dan dijual sampai awal 1997. Pada Mei 1994, Apple merilis generasi kedua PowerBook model, PowerBook 500 series, yang memperkenalkan novel trackpad.
Juga pada tahun 1994, Apple ditinggalkan untuk Nokia CPU RISC arsitektur PowerPC yang dikembangkan oleh aliansi AIM Apple Computer, IBM, dan Motorola. The Power Macintosh line, yang pertama menggunakan chip baru, terbukti sangat sukses, dengan PowerPC lebih dari satu juta unit yang terjual dalam sembilan bulan.
Walaupun teknis dan komersial ini sukses, Microsoft dan Intel mulai menurunkan cepat Apple pangsa pasar dengan Windows 95 sistem operasi dan Pentium prosesor masing-masing. Ini secara signifikan meningkatkan kemampuan multimedia dan kinerja PC IBM kompatibel komputer, dan membawa Windows masih lebih dekat ke Mac GUI. Sebagai tanggapan, Apple memulai kloning Macintosh program, dengan mana pihak-pihak ketiga untuk menjalankan perangkat keras diproduksi Apple's System 7. Hal ini berhasil meningkatkan pangsa pasar Macintosh agak dan menyediakan perangkat keras murah bagi konsumen, tetapi menyakiti Apple finansial. Akibatnya, ketika Steve Jobs kembali ke Apple pada tahun 1997, ia memerintahkan bahwa OS yang telah terlebih dulu sebagai dicap 7,7 versi Mac OS 8 (di tempat yang tidak pernah-untuk-muncul Copland OS). Sejak Apple telah diberikan hanya Sistem 7 sampai pihak ketiga, pergerakan ini secara efektif mengakhiri garis clone. Keputusan menyebabkan kerugian keuangan yang signifikan bagi perusahaan-perusahaan seperti Motorola, yang menghasilkan StarMax, Umax, yang menghasilkan SuperMac dan Power Computing Corporation, yang menawarkan beberapa baris Mac klon, termasuk PowerWave, PowerTower, dan PowerTower Pro. Ini perusahaan telah menginvestasikan sumber daya yang cukup besar dalam menciptakan mereka sendiri Mac-compatible hardware.
1.5. Periode 1998-2005: Baru awal
Asli "Bondi Blue" iMac G3, diperkenalkan pada tahun 1998. Salah satu produk pertama yang diproduksi di bawah CEO Steve Jobs sejak ia meninggalkan perusahaan di pertengahan tahun delapan puluhan, itu membawa Apple kembali ke profitabilitas. Pada tahun 1998, setahun setelah Steve Jobs kembali ke perusahaan, Apple memperkenalkan all-in-one Macintosh disebut iMac. Kotak plastik tembus, awalnya Bondi biru dan kemudian banyak warna lain, ini dianggap sebagai sebuah desain industri ciri dari akhir 1990-an. IMac itu pergi dengan sebagian besar dari standar Apple (dan biasanya proprietary) koneksi, seperti SCSI dan ADB, yang mendukung dua USB port. Hal ini juga tidak memiliki internal floppy disk drive dan malah menggunakan kompak disk untuk removable storage. ini sudah terbukti menjadi fenomenal berhasil, dengan 800.000 unit yang terjual dalam 139 hari, membuat perusahaan laba tahunan sebesar US $ 309 juta-Apple's menguntungkan pertama tahun sejak Michael Spindler mengambil alih sebagai CEO pada tahun 1995. The "biru dan putih" estetika diaplikasikan pada Power Macintosh, dan kemudian ke produk baru: di iBook. Diperkenalkan pada bulan Juli 1999, Apple iBook pertama adalah tingkat konsumen komputer laptop. Lebih dari 140.000 pre-order yang ditempatkan sebelum pengiriman dimulai pada bulan September, dan pada bulan Oktober itu lebih merupakan memukul penjualan seperti iMac. Apple terus menambahkan produk baru ke jajaran mereka, seperti Power Mac G4 Cube, yang eMac untuk pasar pendidikan dan PowerBook G4 laptop untuk para profesional. The original iMac menggunakan prosesor G3, tapi upgrade ke G4 dan kemudian ke G5 chip disertai dengan desain baru, menjatuhkan berbagai warna yang mendukung plastik putih. Current iMacs menggunakan kandang aluminium. Pada tanggal 11 Januari 2005, Apple mengumumkan rilis dari Mac Mini dengan harga US $ 499, yang paling murah Mac-to-date.
Screenshot of Mac OS X Snow Leopard, dirilis pada tanggal 28 Agustus 2009. Mac OS terus berkembang sampai ke versi 9.2.2, termasuk retrofits seperti penambahan nanokernel dan dukungan bagi Multiprocessing Services 2.0 di Mac OS 8.6. [53] Pada akhirnya arsitektur dibuat dengan tanggal pengganti yang diperlukan. Dengan demikian, Apple memperkenalkan Mac OS X, yang benar-benar dirombak Unix berbasis penerus Mac OS 9, dengan menggunakan Darwin, XNU, dan Mach sebagai yayasan, dan berdasarkan NeXTSTEP. Mac OS X tidak dirilis ke publik hingga September 2000, sebagai Mac OS X Public Beta, dengan Aqua interface. US $ 29,99, ini memungkinkan pengguna Mac petualang untuk sampel Apple sistem operasi baru dan memberikan umpan balik untuk rilis yang sebenarnya. rilis awal Mac OS X, 10,0 (dijuluki Cheetah), dirilis pada 24 Maret 2001. Mac OS aplikasi yang lebih tua masih bisa berjalan di bawah awal Mac OS X versi, menggunakan lingkungan yang disebut Classic. Rilis berikutnya Mac OS X adalah 10,1 "Puma" (25 September, 2001), 10.2 "Jaguar" (24 Agustus 2002), 10,3 "Panther" (24 Oktober, 2003), 10.4 "Tiger" (29 April 2005) , 10.5 "Leopard" (26 Oktober 2007), dan 10.6 "Snow Leopard" (28 Agustus 2009). Leopard menerima sertifikasi sebagai Unix pelaksanaan oleh The Open Group.
1.6. Periode 2006 dan seterusnya: Intel era
The MacBook Pro adalah notebook Mac pertama yang menggunakan prosesor Intel. Ini dirilis di Macworld 2006. Sebagian karena kegagalan untuk memproduksi laptop-siap G5 chip, Apple menghentikan penggunaan PowerPC mikroprosesor pada tahun 2006. Pada WWDC 2005, Steve Jobs mengungkapkan transisi ini dan juga mencatat bahwa Mac OS X dalam pembangunan untuk menjalankan keduanya di arsitektur Intel dan PowerPC dari awal. Semua Mac baru sekarang menggunakan prosesor x86 buatan Intel, dan beberapa Mac diberi nama baru untuk menandai saklar. Mac berbasis Intel dapat menjalankan software yang sudah ada sebelumnya yang dikembangkan untuk PowerPC menggunakan emulator bernama Rosetta, walaupun pada kecepatan jelas lebih lambat daripada program-program asli, tapi Classic lingkungan tidak tersedia. Dengan rilis Mac berbasis Intel komputer, potensi untuk menjalankan Windows secara native sistem operasi berbasis di Apple hardware tanpa memerlukan perangkat lunak emulasi seperti Virtual PC diperkenalkan. Pada Maret 2006, sekelompok hacker mengumumkan bahwa mereka mampu menjalankan Windows XP pada Mac berbasis Intel. Kelompok ini telah merilis perangkat lunak open source dan telah diposting itu untuk di-download di situs Web mereka. Pada tanggal April 5, 2006 Apple mengumumkan ketersediaan versi beta publik mereka sendiri Kamp perangkat lunak yang memungkinkan pemilik Mac berbasis Intel untuk menginstal Windows XP pada mesin mereka; kemudian menambahkan dukungan untuk versi Windows Vista. Boot Camp menjadi fitur standar di Mac OS X 10.5, sedangkan dukungan untuk Classic dijatuhkan dari PowerPC Mac.
Apple baru-baru ini desain industri telah bergeser untuk mendukung aluminium dan kaca, yang disebut sebagai ramah lingkungan. The iMac dan MacBook Pro menggunakan alumunium baris lampiran, dan yang terakhir sekarang terbuat dari satu unibody. Kepala desainer Jonathan Ive terus produk panduan menuju minimalis dan sederhana merasa, termasuk penghapusan diganti baterai di notebook. Multi-sentuhan gerakan dari iPhone 's antarmuka telah diterapkan ke Mac baris dalam bentuk menyentuh bantalan pada notebook dan Magic Mouse untuk desktop.
Dalam beberapa tahun terakhir, Apple telah melihat peningkatan yang signifikan dalam penjualan Mac. Banyak orang menyatakan bahwa hal ini disebabkan, sebagian, untuk keberhasilan iPod, sebuah efek halo puas di mana pemilik iPod Apple membeli lebih banyak peralatan. Dimasukkannya chip Intel juga merupakan faktor. Dari 2001 hingga 2008, Mac penjualan meningkat terus menerus setiap tahun. Apple melaporkan pengiriman lebih dari 2,5 juta Mac untuk musim liburan 2008.
BAB II
JENIS – JENIS MACINTOSH
- 1984: Macintosh 128K, Macintosh 512K
- 1986: Macintosh Plus
- 1987: Macintosh II, Macintosh SE
- 1988: Macintosh IIx
- 1989: Macintosh SE/30, Macintosh IIcx, Macintosh IIci, Macintosh Portable
- 1990: Macintosh IIfx, Macintosh Classic, Macintosh IIsi, seri Macintosh LC
- 1991: Macintosh Quadra, PowerBook
- 1992: Macintosh IIvx, PowerBook Duo
- 1993: Macintosh Centris, Macintosh Color Classic, Macintosh Performa, Macintosh TV
- 1994: Power Macintosh
- 1997: Power Macintosh G3, PowerBook G3, Twentieth Anniversary Macintosh
- 1998: iMac
- 1999: iBook, Power Macintosh G4
- 2000: Power Mac G4 Cube
- 2001: PowerBook G4
- 2002: eMac
- 2003: Xserve, Power Mac G5, iMac G4
- 2004: iMac G5
- 2005: Mac mini
- 2006: MacBook, MacBook Pro
Timeline of Macintosh model 
Compact | Konsumen | Profesional | |
Mac mini ![]() Entry-level; kapal tanpa keyboard, mouse, atau monitor; menggunakan Intel Core 2 Duo processor | iMac ![]() All-in-one; tersedia dalam 21,5 "dan 27" layar ukuran; menggunakan Intel Core 2 Duo processor, Intel Core I5, atau Intel Core i7 | Mac Pro ![]() Workstation desktop; sangat kustomisasikan; menggunakan hingga dua Intel Xeon Xeon 5.500 "Gainestown" atau Xeon 3.500 "Bloomfield" quad-core prosesor | |
MacBook Air ![]() 13.3 "ultraportable dengan aluminium casing; menggunakan Intel Core 2 Duo processor | MacBook ![]() 13.3 "laptop dengan putih polikarbonat casing; menggunakan Intel Core 2 Duo processor | MacBook Pro ![]() 13.3 ", 15.4" atau 17 "model dengan aluminium casing; menggunakan Intel Core 2 Duo processor | |
Mac mini ![]() Mac mini tambahan konfigurasi tanpa optical drive internal. Kapal dengan Mac OS X Server terinstal dan dua internal 500 GB | n/a | Xserve 1U rack-mount; menggunakan dual quad-core Intel Xeon prosesor hingga 8 core |
BAB III
HARDWARE DAN SOFTWARE
3.1.Hardware
Internal asli 20-inch iMac G5. Macintosh hardware Apel langsung sub-kontrak produksi hardware untuk Asia manufaktur peralatan asli seperti Asus, mempertahankan tingkat tinggi kontrol atas produk akhir. Sebaliknya, sebagian besar perusahaan lain (termasuk Microsoft) menciptakan perangkat lunak yang dapat dijalankan pada perangkat keras yang dihasilkan oleh berbagai pihak-pihak ketiga, seperti Dell, HP / Compaq, dan Lenovo. Akibatnya, Macintosh comparably pembeli memiliki lebih sedikit (tapi lebih sederhana) pilihan.
Saat ini keluarga produk Mac menggunakan Intel x86-64 prosesor. Apple memperkenalkan sebuah emulator selama masa transisi dari PowerPC chip (disebut Rosetta), sama seperti yang terjadi selama masa transisi dari Motorola 68000 arsitektur satu dekade sebelumnya. Semua model Mac saat ini kapal dengan minimal 2 GB RAM sebagai standar. Komputer Mac saat ini menggunakan ATI Radeon atau nVidia GeForce kartu grafis. Semua Mac saat ini (kecuali untuk MacBook Air) kapal dengan media optical drive yang meliputi fungsi dual-DVD dan CD burner, yang disebut SuperDrive. Mac mencakup dua transfer data standar port: USB dan FireWire (kecuali untuk MacBook Air dan MacBook, yang tidak termasuk FireWire). USB diperkenalkan pada tahun 1998 iMac G3 dan di mana-mana hari ini, sementara FireWire terutama diperuntukkan bagi perangkat berkinerja tinggi seperti hard drive atau kamera video. Dimulai dengan iMac G5 yang baru dirilis pada bulan Oktober 2005, Apple mulai menyertakan built-in iSight kamera untuk model yang tepat, dan pusat media interface yang disebut Front Row yang dapat dioperasikan oleh Apple Remote atau keyboard untuk mengakses media yang tersimpan pada komputer.
Apple pada awalnya enggan untuk merangkul mouse dengan beberapa tombol dan roda gulir. Microsoft IntelliMouse, menampilkan dua tombol dan sebuah scroll wheel, diperkenalkan pada tahun 1995 menjadi sukses besar. Mac tidak native mendukung berbagai tombol sampai Mac OS X tiba pada tahun 2001, ketika Apple menawarkan kabel dan Bluetooth nirkabel tunggal tombol mouse. Pada tanggal 2 Agustus 2005, Apple memperkenalkan menyerah dan Mighty Mouse, yang tampak seperti tradisional mouse satu tombol, tapi benar-benar memiliki empat tombol dan sebuah bola gulir. Sebuah versi Bluetooth diikuti pada tanggal 25 Juli 2006. Pada tanggal 20 Oktober 2009, Apple memperkenalkan Magic Mouse yang menggunakan multi-touch isyarat pengakuan serupa dengan iPhone bukan fisik atau roda gulir bola.
3.2. Software
Macintosh asli adalah komputer pribadi pertama yang berhasil menggunakan antarmuka pengguna grafis tidak memiliki sebuah baris perintah. Itu menggunakan metafora desktop, menggambarkan dunia nyata benda seperti dokumen dan sebuah tempat sampah sebagai ikon pada layar. The Sistem perangkat lunak diperkenalkan pada tahun 1984 dengan Macintosh yang pertama dan nama Mac OS pada tahun 1997, terus berkembang sampai versi 9.2.2. Pada tahun 2001, Apple memperkenalkan Mac OS X, yang didasarkan pada Darwin dan NeXTSTEP; dengan fitur baru termasuk Dermaga dan Aqua user interface. Selama masa transisi, Apple termasuk sebuah emulator dikenal sebagai Klasik memungkinkan pengguna untuk menjalankan Mac OS 9 aplikasi pada Mac OS X, versi 10.4 dan sebelumnya pada mesin PowerPC. Versi terbaru adalah Mac OS X v10.6 "Snow Leopard." Selain Snow Leopard, semua Mac baru digabung dengan berbagai macam aplikasi diproduksi Apple, termasuk iLife, di Safari browser web dan iTunes media player.
Mac OS X menikmati yang hampir tidak adanya jenis-jenis malware dan spyware yang mempengaruhi Microsoft Windows pengguna. Mac OS X memiliki lebih kecil berbagi penggunaan dibandingkan dengan Microsoft Windows (sekitar 5% dan 92%, masing-masing), tetapi juga memiliki aman UNIX akar. Mac OS X memiliki pangsa pasar yang lebih besar daripada Mac OS 9, dengan lebih dari 35.000 dikenal virues dan malware, yang pernah kumiliki. Selanjutnya, Adam Coleco itu, dalam waktu, banyak dikenal virus tetapi pangsa pasar yang jauh lebih kecil daripada Mac OS X saat ini menikmati. Worms serta kerentanan potensial yang dicatat pada Februari 2006, yang mana membuat beberapa analis industri dan perusahaan-perusahaan antivirus mengeluarkan peringatan bahwa Apple's Mac OS X tidak kebal terhadap malware Namun Sebagai 2009 tidak ada Mac OS X virus dan hanya dua OS X cacing (pengguna memerlukan tindakan dan validasi untuk menulari) yang pernah terdeteksi. Apple masalah rutin update keamanan untuk perangkat lunak.
Awalnya, arsitektur perangkat keras sangat berhubungan erat dengan sistem operasi Mac OS bahwa tidak mungkin untuk boot sistem operasi alternatif. Solusi yang paling umum, bahkan digunakan oleh Apple untuk A / UX, adalah untuk boot ke Mac OS dan kemudian menyerahkan kontrol program yang mengambil alih sistem dan bertindak sebagai boot loader. Teknik ini tidak lagi diperlukan dengan pengenalan Open Firmware berbasis PCI Mac, meskipun sebelumnya digunakan untuk kenyamanan pada banyak sistem ROM Dunia Lama karena bug pada firmware pelaksanaan. Sekarang, Mac hardware boot secara langsung dari Terbuka firmware atau EFI, dan Mac tidak lagi hanya terbatas untuk menjalankan Mac OS X.
Setelah pembebasan berbasis Intel Mac, pihak ketiga platform virtualisasi software seperti Parallels Desktop, VMware Fusion, dan VirtualBox mulai muncul. Program-program ini memungkinkan pengguna untuk menjalankan Microsoft Windows atau sebelumnya hanya perangkat lunak Windows di Mac di dekat kecepatan asli. Apple juga merilis Boot Camp dan Mac-spesifik Windows driver, yang membantu pengguna untuk menginstal Windows XP atau Vista dan native dual boot antara Mac OS X dan Windows. Meskipun tidak direstui oleh Apple, adalah mungkin untuk menjalankan Linux Boot sistem operasi menggunakan kamp atau virtualisasi lainnya workarounds.
Karena Mac OS X adalah mirip UNIX berbasis sistem, meminjam banyak dari FreeBSD, banyak aplikasi yang ditulis untuk Linux atau BSD berjalan di Mac OS X, yang sering menggunakan X11. Apple kurang-sistem operasi umum berarti bahwa jarak yang jauh lebih kecil dari perangkat lunak pihak ketiga yang tersedia, tetapi banyak aplikasi populer seperti Microsoft Office dan Firefox yang cross-platform dan menjalankan aslinya.
BAB IV
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
4.1.Kelebihan
Macintosh selama ini mempunyai kelebihan dalam kinerja pembuatan design, musik, dan film. Tidak bisa dibayangkan bagaimana ribetnya jika kita melakukan semua itu lewat Windows. Macintosh hingga saat ini memang lebih banyak menunjuk pada tiga hal tersebut. Tapi selain itu MAC juga dikenal sebagai OS yang eye catching, tidak terjadi hardware konflik karena sudah satu paket dengan MAC OS, ia juga tidak rentan virus.
4.2.Kekurangan
Kelemahannya karena keeksklusifan satu paketnya membuat kita harus mengeluarkan biaya banyak, padahal di rumah kita sudah memiliki komputer misalnya tentu kita harus membeli komputer lagi. Selain itu hampir sama dengan Linux, untuk menggunakan MAC kita juga harus belajar ekstra karena banyak system pengoperasian yang tidak umum bagi pengguna IT awam.
4.3. Periklanan
Iklan Macintosh biasanya menyerang pemimpin pasar yang mapan, secara langsung atau tidak langsung. Mereka cenderung menggambarkan Mac sebagai alternatif terlalu rumit atau tidak dapat diandalkan PC. Apple hyped pengenalan Mac asli dengan yang sekarang terkenal 1984 komersial, yang disiarkan selama Super Bowl. Itu dilengkapi dengan sejumlah pamflet yang dicetak dan iklan TV lainnya menunjukkan antarmuka baru dan menekankan mouse. Banyak lagi brosur untuk model-model baru seperti Macintosh Plus dan Performa diikuti. Pada 1990-an, Apple memulai "Apa yang ada di PowerBook?" Kampanye, dengan iklan cetak dan televisi yang menampilkan iklan selebriti PowerBook menggambarkan bagaimana membantu mereka dalam bisnis dan kehidupan sehari-hari. Pada tahun 1995, Apple menanggapi diluncurkannya Windows 95 dengan beberapa iklan cetak dan iklan televisi yang menunjukkan kelemahan dan kurangnya inovasi. Pada tahun 1997 Think Different Apple memperkenalkan kampanye slogan baru, dan pada tahun 2002 kampanye Switch diikuti. Iklan terbaru strategi oleh Apple adalah Get a Mac kampanye, dengan Amerika Utara, Inggris dan Jepang varian.
Hari ini, Apple memperkenalkan produk baru di "acara khusus" di Apple Town Hall auditorium, dan ceramah di Apple Worldwide Developers Conference, dan (sebelumnya) menunjukkan perdagangan seperti Apple Expo dan MacWorld Expo. Biasanya peristiwa menarik pertemuan besar perwakilan media dan penonton, dan didahului oleh spekulasi tentang kemungkinan produk-produk baru. Di masa lalu, peristiwa khusus telah digunakan untuk mengungkap dengan desktop dan komputer notebook seperti iMac dan MacBook, dan perangkat elektronik konsumen lainnya seperti iPod, Apple TV, dan iPhone, serta memberikan pembaruan pada penjualan dan pangsa pasar statistik. Apple telah mulai memfokuskan iklan pada toko ritel bukan pameran dagang ini; keynote MacWorld terakhir adalah pada tahun 2009.
4.4. Pasar berbagi dan demografi pengguna
Sejak diperkenalkannya Macintosh, Apple telah berjuang untuk mendapatkan signifikan saham dari pasar komputer pribadi. Pada awalnya, Macintosh 128K menderita kelangkaan software yang tersedia dibandingkan dengan IBM PC, menghasilkan penjualan yang mengecewakan pada tahun 1984 dan 1985. Butuh waktu 74 hari untuk 50.000 unit untuk dijual.
Tiga cara untuk mengukur pangsa pasar adalah: i) by browser hits, ii) dengan penjualan, dan iii) oleh dasar terinstal. Jika menggunakan browser metrik, Mac pangsa pasar telah meningkat secara substansial pada tahun 2007. Namun, hasil untuk pangsa pasar yang diukur sebagai persentase penjualan sekarang memberikan hasil yang berbeda daripada ketika pangsa pasar diukur dengan dasar terinstal.
Pada 1997, terdapat lebih dari 20 juta pengguna Mac, dibandingkan dengan basis terpasang sekitar 340 juta Windows PC. Statistik dari akhir tahun 2003 menunjukkan bahwa Apple memiliki 2,06 persen saham desktop di Amerika Serikat, yang meningkat menjadi 2,88 persen pada Q4 2004. Hingga bulan Oktober 2006, perusahaan penelitian IDC dan Gartner melaporkan bahwa pangsa pasar Apple di AS meningkat menjadi sekitar 6 persen. Angka-angka dari Desember 2006, menunjukkan pangsa pasar sekitar 6 persen (IDC) dan 6,1 persen (Gartner) didasarkan pada lebih dari 30 persen peningkatan penjualan unit 2005-2006. The installed base of Mac komputer sulit untuk menentukan, dengan angka berkisar dari 5 persen (perkiraan tahun 2009) sampai 16 persen (diperkirakan pada tahun 2005). Mac OS X pangsa pasar sistem operasi meningkat dari 7.31% di Des 2007 sampai 9.63% pada bulan Desember 2008, yang merupakan kenaikan 32% pangsa pasar selama tahun 2008, dibandingkan dengan 22% peningkatan selama tahun 2007.
Apakah ukuran Mac pangsa pasar dan basis terpasang benar-benar relevan, dan kepada siapa, merupakan isu hangat diperdebatkan. Pakar industri sering disebut perhatian pada Mac pangsa pasar relatif kecil untuk memprediksi Apple akan datang azab, terutama pada awal dan pertengahan tahun 1990-an ketika perusahaan tampaknya masa depan paling suram. Lain berpendapat bahwa pangsa pasar adalah cara yang salah untuk menilai keberhasilan Mac. Apple telah memposisikan Mac sebagai yang lebih tinggi-end komputer pribadi, dan sehingga mungkin menyesatkan untuk membandingkannya dengan anggaran rendah PC. Karena pasar secara keseluruhan untuk komputer pribadi telah berkembang dengan pesat, Mac's meningkatkan angka penjualan secara efektif ditelan oleh angka industri secara keseluruhan. Apple pangsa pasar kecil, kemudian, memberikan kesan palsu bahwa lebih sedikit orang yang menggunakan Mac daripada (misalnya) sepuluh tahun yang lalu. Lain-lain mencoba untuk de-menekankan pangsa pasar, dengan alasan bahwa itu jarang dibesarkan di industri lain. Terlepas dari pangsa pasar Mac, Apple telah tetap menguntungkan sejak Steve Jobs 'kembali dan selanjutnya perusahaan reorganisasi. Khususnya, laporan yang diterbitkan pada kuartal pertama tahun 2008 menemukan bahwa Apple memiliki 14% pangsa pasar di pribadi pasar komputer di Amerika Serikat, termasuk 66% dari semua komputer lebih dari $ 1,000.
Riset pasar menunjukkan bahwa Apple menarik basis pelanggannya dari pendapatan yang lebih tinggi daripada mainstream demografis pasar komputer pribadi.
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Teknologi sudah semakin maju. Begitu juga dengan sistem operasi. Macintosh, atau Mac, adalah serangkaian beberapa baris komputer pribadi yang dirancang, dikembangkan, dan dipasarkan oleh Apple Inc. Macintosh adalah komputer pertama yang memperkenalkan sistem antarmuka grafis (GUI). Macintosh Operating System (Mac OS), sudah memperbaharui dari seri-seri yang sebelumnya. Dari seri Mac 128K sampai sekarang MacBook, MacBook Pro. Mac ini utamanya ditujukan di rumah, pendidikan, dan pasar profesional kreatif.
Macintosh.
Kelebihan:
1. Jarang ada virus
1. Jarang ada virus
2. Bentuknya elegant
3. Graphicnya kuat buat anak design
4. Applicable buat barang barang apple yang lain (ipod, apple air, etc)
5. Jarang ngepatch.
3. Graphicnya kuat buat anak design
4. Applicable buat barang barang apple yang lain (ipod, apple air, etc)
5. Jarang ngepatch.
Kekurangan:
1. Tidak semua software gampang masuk
2. System aplikasi yang kurang user friendly
3. Hampir tidak ada game 3d yang futuristic
4. Aplikasinya muat banyak, sampai terkadang harus rajin direstart
5. Harganya kurang puas di kantong.
1. Tidak semua software gampang masuk
2. System aplikasi yang kurang user friendly
3. Hampir tidak ada game 3d yang futuristic
4. Aplikasinya muat banyak, sampai terkadang harus rajin direstart
5. Harganya kurang puas di kantong.
PC
Kelebihan:
1. Semua game PC pasti bisa masuk
2. Softwarenya user-known karena sudah dari lama lama ada
3. Lebih mudah diutak atik
4. Readable semua file
5. Bjkn yang terjual bebas, hingga harga bersaing
Kelebihan:
1. Semua game PC pasti bisa masuk
2. Softwarenya user-known karena sudah dari lama lama ada
3. Lebih mudah diutak atik
4. Readable semua file
5. Bjkn yang terjual bebas, hingga harga bersaing
Kekurangan:
1. Rawan virus
2. Harus rajin update
3. Umurnya kurang tahan lama, perlu direstore 2-3 taun sekali demi keamanan
4. Boros daya, terutama untuk high performance
5. rawan crash program
1. Rawan virus
2. Harus rajin update
3. Umurnya kurang tahan lama, perlu direstore 2-3 taun sekali demi keamanan
4. Boros daya, terutama untuk high performance
5. rawan crash program
5.2. Saran
Setiap sistem operasi memiliki kelelebihan dan kekurangannya masing-masing yang cepat atau lambat disadari oleh pengguna sistem operasi tersebut. Oleh karena itu seharusnya semakin maju sistem operasi yang ditemukan, maka semakin tinggi pula efesiensi dari sistem operasi tersebut, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang besar ketika beralih dari satu sistem operasi yang lebih maju berikutnya. Oleh karena itu, seharusnya semakin maju sistem operasi, maka semakin tinggi pula efesiensi dari sistem operasi tersebut. Mac OS, Linux, Windows, dan yang lainnya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA
Source: http://en.wikipedia.org/wiki/Macintosh
Date : 28 Desember 2009
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAHAsa Arab
Agama Islam, agama yang kita anut dan dianut oleh ratusan juta kaum Muslim di seluruh dunia, merupakan way of life yang menjamin kebahagiaan hidup pemeluknya di dunia dan di akhirat kelak.Ia mempunyai satu sendi utama yang esensial: berfungsi memberi petunjuk ke jalan yang sebaik-baiknya. Allah berfirman,
Alquran diturunkan pertama kali ke Baitul Izzah ‘secara sekaligus agar para malaikat menghormati kebesarannya. Inilah maksud 3 Firman Allah berikut :
(2) Periode sesudah hijrah.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pengantar Manajemen
b. Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah.
Pengelompokkan kegiatan atas dasar tempat dimana operasi berlokasi atau menjalankan usahanya. Faktor yang menjadi pertimbangan adalah bahan baku, tenaga kerja, pemasaran, transportasi dan lain sebagainya.
c. Struktur organisasi divisional atas dasar langganan
Pengelompokkan kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk, terutama dalam kegiatan pengelompokkan penjualan, pelayanan.

Personalia Personalia
Produksi Produksi
Keuangan Keuangan
Pemasaran Pemasaran
=========================================================================







BAHAsa Arab
BAB 1
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
|
Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (QS, 17:9).
Mempelajari Al-Quran adalah kewajiban.Berikut ini beberapa prinsip dasar untuk memahaminya, khusus dari segi hubungan Al-Quran dengan ilmu pengetahuan. Atau, dengan kata lain, mengenai “memahami Al-Quran dalam Hubungannya dengan Ilmu Pengetahuan”. Persoalan ini sangat penting, terutama pada masa-masa sekarang ini, dimana perkembangan ilmu pengetahuan demikian pesat dan meliputi seluruh aspek kehidupan.
Demikian pula halnya bagi umat Islam, pengertian kita terhadap hubungan antara Al-Quran dan ilmu pengetahuan akan memberi pengaruh yang tidak kecil terhadap perkembangan agama dan sejarah perkembangan manusia pada generasi-generasi yang akan datang.
Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi sekalian manusia dan menjadi pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Pendapat yang paling populer mengatakan bahwa secara keseluruhan Al-Qur’an terdiri atas 30 Juz, 114 surat, 554 ruku’ dan 6.666 ayat diawali dengan Al-Fatihah dan di akhiri dengan surat An-Nas. Para ulama berselisih pendapat tentang lamanya masa Al-Qur’an diturunkan. Ada yang berpendapat Al-Qur’an diturunkan selama 20 tahun, 23 tahun bahkan 25 tahun.Hal ini disebabkan mereka berselisih pendapat tentang lamanya Nabi bermukim di Mekah setelah diangkat menjadi Rasul. Pendapat yang terkuat, mengatakan Al-Qur’an diturunkan selama 22 tahun 2 bulan 22 hari, yaitu mulai dari malam 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi SAW hingga 9 Dzulhijjah tahun ke-10 Hijriyah (633 M).
BAB II
ISI
ISI
2.1 Nuzulul Qur’an
Nuzulul Qur'an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur'an (kitab suci agama Islam) adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertama kepada nabi dan rasul terakhir agama Islam yakni Nabi Muhammad SAW.
Sebagian muslim, memperingati waktu terjadinya peristiwa tersebut secara khusus. Di Indonesia setiap tanggal 17 Ramadhan, biasanya dilakukan ceramah atau pengajian khusus bertemakan Nuzulul Qur'an.
Turunnya Al Qur’an merupakan peristiwa terbesar dalam sejarah manusia. Al Qur’an diturunkan pertama kali pada malam lailatul qadar. Bagaimanakah proses turunnya Alquran secara detail ? Turunnya Al Qur’an dibagi dalam dua tahap, yaitu turunnya secara sekaligus dan turunnya secara berangsur-angsur.
1. Turunnya Al-Qur’an Secara Sekaligus
|
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.QS Al‐ Baqarah;185)
2.Adapun masa turunnya Al-Qur’an secara barangsur-angsur dapat dibagi menjadi dua sebagai berikut
a. Ketika Nabi Muhammad SAW berada di Mekah selama 12 tahun 5 bulan 13 hari. Surat-surat yang turun disebut surat-surat Makkiyah, dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1. Umumnya suratnya pendek-pendek
2. Berisi tentang ajaran tauhid (keimanan) tentang syurga dan neraka
3. Ayatnya dimulai dengan lafdz : Ya ayuhannas artinya, wahai manusia.
b. Ketika Nabi berada di Madinah setelah melakukan hijrah, selama 9 tahun 9 bulan 9 hari. Surat-surat yang turun disana disebut surat-surat Madaniyah, dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1. Umumnya suratnya panjang-panjang
2. Berisi tentang hukum dan mu’amalat
3. Ayatnya dimulai dengan lafadz : ya ayyuhalladzina amanu artinya, wahai orang-orang yang beriman.
Saat wahyu ini diturunkan Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira, ketika tiba-tiba Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu tersebut. Adapun mengenai waktu atau tanggal tepatnya kejadian tersebut, terdapat perbedaan pendapat diantara para ulama, sebagian menyakini peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rabiul Awal pada tanggal 8 atau 18 (tanggal 18 berdasarkan riwayat Ibnu Umar), sebagian lainnya pada bulan Rajab pada tanggal 17 atau 27 menurut riwayat Abu Hurairah, dan lainnya adalah pada bulan Ramadhan pada tanggal 17 (Al-Bara' bin Azib) ,21 (Syekh Al-Mubarakfuriy) dan 24 (Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo') .
2.2 Turunnya Al-Qur’an
Al-Quran Al-Karim yang terdiri dari 114 surah dan susunannya ditentukan oleh Allah SWT dengan cara tawqifi, tidak menggunakan metode sebagaimana metode-metode penyusunan buku-buku ilmiah. Buku-buku ilmiah yang membahas satu masalah, selalu menggunakan satu metode tertentu dan dibagi dalam bab-bab dan pasal-pasal. Metode ini tidak terdapat di dalam Al-Quran Al-Karim, yang di dalamnya banyak persoalan induk silih-berganti diterangkan.
Persoalan akidah terkadang bergandengan dengan persoalan hukum dan kritik, sejarah umat-umat yang lalu disatukan dengan nasihat, ultimatum, dorongan atau tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam semesta. Terkadang pula, ada suatu persoalan atau hukum yang sedang diterangkan tiba-tiba timbul persoalan lain yang pada pandangan pertama tidak ada hubungan antara satu dengan yang lainnya. Misalnya, apa yang terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 216-221, yang mengatur hukum perang dalam asyhur al-hurum berurutan dengan hukum minuman keras, perjudian, persoalan anak yatim, dan perkawinan dengan orang-orang musyrik.
Yang demikian itu dimaksudkan agar memberikan kesan bahwa ajaran-ajaran Al-Qur’an dan hukum-hukum yang tercakup didalamnya merupakan satu kesatuan yang harus ditaati oleh penganut-penganutnya secara keseluruhan tanpa ada pemisahan antara satu dengan yang lainnya. Dalam menerangkan masalah-masalah filsafat dan metafisika, Al-Qur’an tidak menggunakan istilah filsafat dan logika.Juga dalam bidang politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan.Yang demikian ini membuktikan bahwa Al-Qur’an tidak dapat dipersamakan dengan kitab-kitab yang dikenal manusia.
Tujuan Al-Qur’an juga berbeda dengan tujuan kitab-kitab ilmiah. Untuk memahaminya, terlebih dahulu harus diketahui periode turunnya Al-Qur’an. Dengan mengetahui periode-periode tersebut, tujuan-tujuan Al-Qur’an akan lebih jelas.
Para ulama ‘Ulum Al-Qur’an membagi sejarah turunnya Al-Qur’an dalam dua periode:
(1) Periode sebelum hijrah; (2) Periode sesudah hijrah.
Ayat-ayat yang turun pada periode pertama dinamai ayat-ayat Makkiyyah, dan ayat-ayat yang turun pada periode kedua dinamai ayat-ayat Madaniyyah. Tetapi, di sini, akan dibagi sejarah turunnya Al-Qur’an dalam tiga periode, meskipun pada hakikatnya periode pertama dan kedua dalam pembagian tersebut adalah kumpulan dari ayat-ayat Makkiyah, dan periode ketiga adalah ayat-ayat Madaniyyah. Pembagian demikian untuk lebih menjelaskan tujuan-tujuan pokok Al-Qur’an.
Cara-Cara Al-Qur’an Diturunkan / Diwahyukan
Para ulama ahli tafsir menjelaskan bahwa turunnya Al-Qur’an berdasarkan dalil ayat Al-Quran dan riwayat Hadits shahih melalui tiga tahap yaitu : Tahap Pertama, Al-Qur’an berada di Lauh Mahfuzh, sebagaimana firman Allah: “Padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka. Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur'an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.” (Q.S. Al-Buruuj: 20-22) Ketika Al-Qur’an berada di Lauh Mahfuzh tidak diketahui bagaimana keadaannya, kecuali Allah yang mengetahuinya, karena waktu itu Al-Qur’an berada di alam ghaib, kemudian Allah menampakkan atau menurunkannya ke Baitul Izzah di langit bumi. Secara umum, demikian itu menunjukkan adanya Lauh Mahfuzh, yaitu yang merekam segala qadha dan takdir Allah SWT, segala sesuatu yang sudah, sedang, atau yang akan terjadi di alam semesta ini.
Demikian ini merupakan bukti nyata akan mengagungkan kehendak dan kebijaksanaan Allah SWT yang Maha Kuasa. Jika keberadaan Al-Qur’an di Lauh Mahfuzh itu merupakan Qadha (ketentuan) dari Allah SWT, maka ketika itu Al-Qur’an adanya persis sama dengan keadaannya sekarang. Namun demikian hakekatnya tidak dapat diketahui, kecuali oleh seorang Nabi yang diperlihatkan oleh Allah kepadanya. Dan segala sesuatu yang terjadi di bumi ini telah tertulis dalam Lauh Mahfuzh sebagaimana firman Allah : “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.“Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Q.S. Al Hadiid: 22)
Tahap Kedua, Al-Qur’an dari Lauh Mahfuzh diturunkan ke langit bumi (Baitul Izzah) Berdasarkan kepada beberapa ayat dalam Al-Qur’an dan Hadits berkah yang dinamakan malam Al-Qadar (Lailatul Qadar) dalam bulan suci Ramadhan. Sebagaimana firman Allah : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan.” (Q.S Al-Qadr: 1) Dan firman Allah : “Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (Q.S. Al Baqarah: 185). Dan firman Allah : “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (Q.S. Ad-Dukhaan: 3)
Tiga ayat tersebut di atas menegaskan bahwa Al-Qur’an, diturunkan pada suatu malam bulan Ramadhan yang dinamakan malam Lailatul Qadar yang penuh berkah. Demikian juga berdasarkan beberapa riwayat sebagai berikut : ”Riwayat dari Ibn Abbas ra. berkata : Al-Qur'an dipisahkan dari Adz Dzikir lalu Al-Qur'an itu diletakkan di Baitul Izzah dari langit dunia, lalu Jibril mulai menurunkannya kepada Nabi.” Dan hadis riwayat Ibnu Abbas : “Riwayat dari Ibnu Abbas berkata : Al-Qur'an diturunkan sekaligus langit bumi (Bait Al-Izzah) berada di Mawaqi’a Al-Nujum (tempat bintang-bintang) dan kemudian Allah menurunkan kepada Rasul-Nya dengan berangsur-angsur.” Dan hadits riwayat Imam Thabrani : “Riwayat dari Ibnu Abbas ra. berkata : Al-Qur'an diturunkan pada malam Al-Qadar pada bulan Ramadhan di langit bumi sekaligus kemudian diturunkan secara berangsur-angsur.” Ketiga riwayat tersebut dijelaskan di dalam Al-Iqam bahwa ketiganya adalah sahih sebagaimana dikemukakan oleh Imam Al-Suyuthy riwayat dari Ibn Abbas, dimana dia ditanya oleh Athiyah bin Aswad dia berkata : “Dalam hatiku terdapat keraguan tentang firman Allah dalam surah Al - baqarah ayat 185 : “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran.” dan firman Allah dalam surah Al Qadr ayat 1: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.” Sedangkan Al-Qur’an ada yang diturunkan pada bulan Syawal, Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram, Safar dan bulan Rabi’ul Awwal dan Rabi’ul Akhir. Ibnu Abbas menjawab bahwa Al-Qur’an itu diturunkan pada bulan Ramadhan malam Lailatul Qadar secara sekaligus yang kemudian diturunkan kepada Nabi secara berangsur-angsur di sepanjang bulan dan hari. Yang dimaksud dengan nujum (bertahap) adalah diturunkan sedikit demi sedikit dan terpisah-pisah, sebagiannya menjelaskan bagian yang lain sesuai dengan fungsi dan kedudukannya. Al-Suyuthy mengemukakan bahwa Al-Qurthuby telah menukilkan hikayat Ijma : “ bahwa turunnya Al-Qur’an secara sekaligus adalah dari Lauh Al-Mahfuzh ke Baitul Izzah di langit pertama. Barangkali hikmah dari penurunan ini adalah untuk menyatakan keagungan Al-Qur’an dan kebesaran bagi orang yang diturunkannya dengan cara memberitahukan kepada penghuni langit yang tujuh bahwa kitab yang paling terakhir yang disampaikan kepada Rasul penutup dari umat pilihan sungguh telah diambang pintu dan niscaya akan segera diturunkan kepadanya. As-Suyuthy berpendapat andaikata tidak ada hikmah Ilahiyah yang menyatakan turunnya kepada umat secara bertahap sesuai dengan keadaan niscaya akan sampai ke muka bumi secara sekaligus sebagaimana halnya kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Tetapi karena Allah SWT membedakan antara Al-Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya, maka Al- Qur’an diturunkan dalam dua tahap, turun secara sekaligus kemudian diturunkan secara berangsur sebagai penghormatan terhadap orang yang akan menerimanya.
Tahap Ketiga : Al-Qur’an diturunkan dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari dengan cara sebagai berikut :
a. Malaikat memasukkan wahyu itu ke dalam hatinya. Dalam hal ini Nabi SAW tidak ada melihat sesuatu apapun, hanya beliau merasa bahwa itu (wahyu) sudah ada dalam kalbunya. Mengenai hal ini Nabi mengatakan: “Ruhul Qudus mewahyukan ke dalam qalbuku.” Firman Allah SWT : “Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. Asy Syuuraa : 51).
b. Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi berupa seorang laki-laki yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga beliaumengetahui dan hafal benar akan kata-kata itu.
c. Wahyu datang kepadanya seperti gemerincingnya lonceng. Cara inilah yang amat berat dirasakan oleh Nabi. Kadang-kadang pada keningnya berpancaran keringat, meskipun turunnya
|
Pembahasan tadi menunjukkan bahwa ayat-ayat dan surat-surat Al-Qur’an terbagi menjadi beberapa bagian menurut tempat turun, waktu, sebab dan kondisinya. Yaitu:
1. Sebagian surat dan ayat Al-Quran itu berstatus Makkiah, dan sebagian yang lain Madaniah. Yang diturunkan sebelum Nabi s.a.w. hijrah dari Makkah dinamakan Makkiah. Ini merupakan bagian terbesar dari surat-surat Al-Quran, khususnya surat-surat yang pendek. Sedangkan yang diturunkan sesudah Nabi s.a.w. hijrah disebut Madaniah, walaupun turunnya di luar Madinah atau di Makkah.
2. Sebagian surat dan ayat Al-Quran diturunkan ketika Nabi sedang bepergian, dan sebagian yang lain ketika beliau tidak dalam bepergian. Surat-surat dan ayat-ayat Al-Quran terbagi pula menjadi surat dan ayat yang turun di waktu malam dan siang, yang turun di waktu perang dan damai, yang turun di bumi dan di langit, yang turun ketika Nabi berada di tengah-tengah orang banyak dan ketika Nabi sendirian. Kami akan membicarakan manfaat mengetahui bagian-bagian ini dalam pembahasan yang akan datang tentang sebab-sebab turun ayat (asbabun nuzul).
3. Sebagian surat diturunkan berulang-ulang, seperti surat alFatihah yang diturunkan ditilakkah dan Madinah. Begitu pula, sebagian ayat Al-Quran diturunkan beberapa kali,seperti:yang diulang sebanyak tiga puluh kali dalam surat ar-Rahman, dan ayat:
yang diulang sebanyak delapan kali dalam surat as-Syu'ara. Dan sebagian ayat Al-Quran diulang-ulang dalam lebih dari satu surat,
yang diulang sebanyak delapan kali dalam surat as-Syu'ara. Dan sebagian ayat Al-Quran diulang-ulang dalam lebih dari satu surat,
Terdapat pula suatu kalimat tertentu yang merupakan ayat di satu tempat, dan di tempat lain merupakan bagian dari ayat, seperti:
Kalimat ini, dalam awal surat Ali Imran, merupakan ayat, sedangkan dalam surat al-Baqarah, merupakan bagian dari ayat Kursi. Namun demikian, sebagian besar surat dan ayat Al-Quran diturunkan sekali saja. Hal itu karena adanya perbedaan konteks. Dalam satu tempat dibutuhkan pengulangan kalimat untuk menarik perhatian, umpamanya, dan di tempat lain tidak dibutuhkan. Perbedaan ini menyerupai perbedaan antara panjang dan pendeknya surat-surat dan ayat-ayat. Di samping surat al-Kautsar sebagai surat terpendek, kita menjumpai surat al-Baqarah sebagai surat paling panjang.
Begitu pula kita melihat ayat sebagai ayat terpendek, di samping ayat tentang utang-piutang, yakni surat al-Baqarah ayat 282, sebagai ayat terpanjang dalam Al-Quran. Semua perbedaan ini muncul karena adanya tuntutan dalam memberikan penjelasan. Barangkali kita juga menemukan hal itu dalam dua ayat yang bersambung, seperti ayat ke-20 dan ke-21 surat al Muddatstsir, umpamanya. Ayat pertama terdiri atas satu kalimat, dan yang kedua terdiri atas lebih dari lima belas kalimat. Perbedaan-perbedaan lain tampak dalam hal penuturan secara panjang lebar (ithnab)dan penuturan secara ringkas (ijaz) ketika kita membandingkan surat-surat al-Fajr dan al-Lail dengan suratsurat al-Baqarah dan al-Maidah. Pada umumnya, surat-surat Makkiah menggunakan cara penuturan yang ringkas, sedangkan surat-surat Madaniah pada umumnya menggunakan cara penuturan yang panjang lebar.
Berdasarkan hal ini, maka lima ayat pertama dari al-'Alaq merupakan yang pertama diturunkan kepada Nabi s.a.w., dan yang terakhir diturunkan adalah surat al-Baqarah ayat 281.
2.3 Cara Pewahyuan Al-Qur’an
Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Dalam proses pewahyuannya, terdapat beberapa cara untuk menyampaikan wahyu yang dibawa Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad, diantaranya:
- Malaikat Jibril memasukkan wahyu ke dalam hati Nabi. Dalam hal ini, Nabi tidak melihat sesuatu apapun, hanya merasa bahwa wahyu itu sudah berada di dalam kalbunya. Mengenai hal ini, Nabi mengatakan: Ruhul Qudus mewahyukan ke dalam kalbuku, [1].
- Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi menjadi seorang lelaki yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga Nabi mengetahui dan dapat menghafal kata-kata itu.
- Wahyu datang kepada Nabi seperti gemerincingnya lonceng. Cara ini dirasakan paling berat bagi Nabi. Kadang pada keningnya berkeringat, meskipun turunnya wahyu di musim dingin. Kadang unta Baginda Nabi terpaksa berhenti dan duduk karena merasa berat bila wahyu turun ketika Nabi sedang mengendarai unta.
- Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi, tidak berupa seorang laki-laki, tetapi benar-benar sebagaimana rupa aslinya.
Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah surat Al Alaq ayat 1-5 yang bila diterjemahkan menjadi :
- Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan
- Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
- Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
- Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
- Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
KESIMPULAN
Para ulama ahli tafsir menjelaskan bahwa turunnya Al-Quran berdasarkan dalil ayat Al-Quran dan riwayat Hadits shahih melalui tiga tahap yaitu :
Tahap Pertama, Al-Quran berada di Lauh Mahfuzh.
Tahap Kedua, Al-Qur’an dari Lauh Mahfuzh diturunkan ke langit bumi (Baitul Izzah).
Tahap Ketiga, Al-Qur’an diturunkan dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Dalam proses pewahyuannya, terdapat beberapa cara untuk menyampaikan wahyu yang dibawa Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad, diantaranya:
· Malaikat Jibril memasukkan wahyu ke dalam hati Nabi.
· Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi menjadi seorang lelaki yang mengucapkan kata-kata kepadanya sehingga Nabi mengetahui dan dapat menghafal kata-kata itu.
· Wahyu datang kepada Nabi seperti gemerincingnya lonceng.
· Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi, tidak berupa seorang laki-laki, tetapi benar-benar sebagaimana rupa aslinya.
BAB III
DAFTAR PUSTAKA
http://www.nuralmukmin.com _PDF_NUR_ALMUKMIN Generated: 28 March, 2011, 08:55
Digital Qur’an ver 3.1
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pengantar Manajemen
1. Pengertian Organisasi
1. Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
2. Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Seperti telah diuraikan sebelumnya tentang Manajemen, Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
Organisasi merupakan proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas diantara para anggota untuk mencapai tujuan. Jadi organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut:
1. Organisasi dalam arti badan yaitu kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Organisasi dalam arti bagan yaitu gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu :
1. Adanya tujuan bersama
2. Adanya kerjasama dua orang atau lebih
3. Adanya pembagian tugas
4. Adanya kehendak untuk bekerja sama
1. Organisasi dalam arti badan yaitu kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Organisasi dalam arti bagan yaitu gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu :
1. Adanya tujuan bersama
2. Adanya kerjasama dua orang atau lebih
3. Adanya pembagian tugas
4. Adanya kehendak untuk bekerja sama
2. Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.
Sebagaimana diterapkan sebelumnya, desain dan struktur organisasi sangat bersifat situasional. Terdapat empat faktor yang mempengaruhi struktur organisasi, yaitu faktor strategis, skala perusahaan, teknologi, serta lingkungan.
1. Strategi organisasi
Masalah utama yang di hadapi oleh organisasi agar tujuan yang telah di tetapkan dapat tercapai adalah bagimana organisasi tersebut sebaiknya di strukturkan. Pilihan struktur yang tepat belum tentu menjamin kesuksesan dalam pencapaian tujuan, akan tetapi bisa meningkatkan kemungkinan sukses dalam pencapaian tujuan. Strategi organisasi di buat sebagai upaya pencapaian tujuan organisasi, oleh karena itu jika struktur organisasi di bentuk sebagai jalan untuk pencapaian tujuan, maka struktur organisasi pun selayaknya sejalan dengan strategi organisasi. Maka perubahan yang terjadi pada strategi organisasi akan berdampak pada perubahan struktur organisasi. Perubahan yang terjadi pada struktur organisasi dengan demikian menyiratkan adanya perubahan strategi organisasi.
2. Skala organisasi
Organisasi yang berskala kecil biasanya memiliki struktur organisasi yang lebih sederhana, dan tidak terlalu banyak terjadi pendelegasian wewenang dan pekerjaan sedangkan organisasi yang sangat besar karena ruang lingkup aktifitasnya yang luas, maka memerlukan pendelegasian pekerjaan dan wewenang. Sehingga dalam mendesain struktur organisasinya pun mempertimbangkan berbagai faktor yang terkait dengan aktifitas yang luas tersebut.
3. Teknologi
Faktor teknologi yang terkait di sini adalah dengan cara bagaimana sebuah produk dari sebuah organisasi bisnis bisa di hasilkan atau juga dengan cara bagaimana pekerjaan di lakukan. Ada pekerjaan - pekerjaan yang bersifat rutin dan ada pekerjaan yang bersifat tidak rutin. Bagi pekerjaan yang bersifat rutin, berdasarkan sifat kerutinannya maka memerlukan bagian khusus untuk menanganinya. Di sisi lain faktor teknologi juga terkait dengan penggunaan alat -alat bantu dalam sebuah organisasi. Jika sebuah organisasi misalnya mengerjakan proses produksinya dengan sebuah mesin maka perlu ada bagian khusus yang tidak bertanggungjawab dalam memastikan apakah pekerjaan di bagian yang menggunakan mesin tersebut senantiasa berjalan, akan tetapi juga tetap memastikan bahwa mesin tersebut dapat berfungsi dan berjalan sebagaimana mestinya sehingga pekerjaan ynag semestinya di lakukan tidak terbengkalai.
4. Lingkungan
Proses penyesuaian yang dilakukan oleh organisasi juga termasuk dalam penentuan struktur organisasinya. Linkungan yang dinamis akan mendorong organisasi untuk selalu menyesuaikan struktur organisasi dengan tuntutan lingkungan yang senantiasa berubah. Sebaliknya, lingkungn organisasi yang cenderung statis tidak akan terlalu banyak mengubah struktur organisasi.
Unsur-unsur struktur organisasi:
1. Spesialisasi kegiatan
2. Koordinasi kegiatan
3. Standarisasi kegiatan
4. Sentralisasi dan disentralisasi pembuatan keputusan
Sentralisasi berarti ada pemutusan dalam pendelegasian wewenang pada tingkat atas, sedangkan desentralisasi berhubungan dengan sampai dimana manajer melimpahkan wewenangnya kepada bawahan, apakah hanya sampai kepala bagian, kepala devisi atau kepala cabang dan lain sebagainya.
Ternyata dengan desentralisasi tugas dan wewenang semua kegiatan dimonitor secara cepat dan tepat. Ada faktor yang mempengaruhi derajat desentralisasi yaitu:
1. Filsafat manajemen
2. Ukuran dan tingkat pertumbuhan organisasi
3. Startegi dan lingkungan organisasi
4. Penyebaran geografis organisasi
5. Tersedianya peralatan pengawasan yang efektif
6. Keanekaragaman produk dan jasa
7. Karakteristik organisasi lainnya.
8. Kualitas manajer
Ternyata dengan desentralisasi tugas dan wewenang semua kegiatan dimonitor secara cepat dan tepat. Ada faktor yang mempengaruhi derajat desentralisasi yaitu:
1. Filsafat manajemen
2. Ukuran dan tingkat pertumbuhan organisasi
3. Startegi dan lingkungan organisasi
4. Penyebaran geografis organisasi
5. Tersedianya peralatan pengawasan yang efektif
6. Keanekaragaman produk dan jasa
7. Karakteristik organisasi lainnya.
8. Kualitas manajer
5. Ukuran satuan kerja.
3. Pembagian Kerja
Dalam perencanaan berbagai kegiatan atau pekerjaan untuk pencapaian tujuan tentunya telah di tentukan. Keseluruhan pekerjaan dan kegiatan yang telah di rencanakan tentunya perlu di sederhanakan guna mempermudahkan bagaimana pengimplementasikannya. Upaya untuk menyederhanakan dari keseluruhan kegiatan dan pekerjaan yang mungkin saja bersifat kompleks menjadi lebih sederhana dan spesifik dimana setiap orang akan ditempatkan dan di tugaskan untuk setiap kegiatan yang sederhana dan spesifik. Saat ini penggunaan pembagian kerja lebih banyak di gunakan karena pada dasarnya yang di bagi-bagi adalah pekerjaannya, bukan orang-orangnya.
Pendekatan pembagian kerja terdiri atas:
1. Spesialisasi tugas pada tingkat pekerjaan
2. Pendekatan tim pada desain pekerjaan.
Contohnya yaitu pada struktur organisasi UGM:
1. Kantor Pimpinan Universitas:
1. Menyusun RKAT dan program kerja Kantor Pimpinan Universitas;
2. Menyusun juklak dan juknis di bidang Tata Usaha dan Rumah Tangga, bidang Hukum dan Tatalaksana, bidang Hubungan Masyarakat dan Keprotokolan serta menyebarluaskannya;
3. Memonitor kepatuhan kegiatan universitas terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku;
4. Mengkoordinasikan penyusunan dan pelaksanaan peraturan universitas;
5. Mengkoordinasikan penyelesaian berbagai persoalan hukum yang dihadapi
universitas;
6. Menjadi penghubung dengan pihak luar (public relation) universitas;
7. Mengelola kegiatan penciptaan citra (image building) universitas;
8. Mengembangkan berbagai program pemasaran universitas;
9. Mengembangkan dan memelihara hubungan publik;
10. Mengembangkan sistem administrasi perkantoran universitas;
11.Mengkoordinasi pelaksanaan kegiatan kesekretariatan Kantor Pimpinan Universitas, termasuk mencakup masalah ketatausahaan, kerumahtanggaan hukum, ketatalaksanaan, hubungan masyarakat dan keprotokolan.
2. Satuan Keamanan dan Keselamatan Kampus:
1. Menyusun rencana dan program kerja serta anggaran kegiatan dibidang
keamanan dan ketertiban kampus;
2. Merencanakan dan melaksanakan layanan di bidang keamanan dan ketertibankampus;
3. Menyusun pengembangan sistem keamanan dan ketertiban kampus sesuai
dengan perkembangan keadaan kampus dan kemajuan teknologi;
4. Mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan pengamanan aset universitas;
5. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan layanan di bidang keamanan dan
ketertiban kampus;
6. Melaksanakan kerjasama dengan instansi dan atau pihak keamanan lain dalam mengamankan aset universitas;
7. Mencegah dan menangani tindak pelanggaran keamanan dan ketertiban di
lingkungan kampus;
8. Melaporkan dan menyampaikan proses tindak pelanggaran keamanan dan
ketertiban di lingkungan kampus yang mengarah pada tindak pidana kepada
pihak yang berwenang;
9. Menyusun laporan tentang keadaan, kegiatan, dan realisasi perencanaan
keamanan dan ketertiban kampus secara periodik;
3. Perpustakaan:
1. Membuat perencanaan stratejik kegiatan-kegiatan perpustakaan;
2. Mengkoordinasi semua kegiatan pelayanan perpustakaan yang ada di lingkungan Universitas;
3. Menjalin kerjasama dengan instansi terkait baik di dalam maupun di luar negeri dalam rangka menyelenggarakan pelayanan perpustakaan;
4. Mengelola sumber-sumber informasi penunjang kegiatan akademik yang ada di lingkungan Universitas;
5. Melakukan pembinaan dan usaha pengembangan sumber daya manusia
perpustakaan yang terdiri dari pustakawan dan pegawai perpustakaan;
6. Membuat evaluasi pelaksanaan kegiatan perpustakaan;
7. Membuat laporan secara periodik kepada pimpinan Universitas Gadjah Mada.
4. Kantor Administrasi Fakultas:
1. Menyusun rencana dan program kerja Kantor Administrasi Fakultas dan
mempersiapkan penyusunan rencana dan program kerja Fakultas;
2. Menghimpun dan menelaah peraturan perundang-undangan di bidang ketatausahaan, akademik, kemahasiswaan, keuangan, kepegawaian dan perlengkapan;
3. Mengumpulkan dan mengolah data ketatausahaan, akademik, kemahasiswaan, keuangan, kepegawaian dan perlengkapan;
4. Melaksanakan urusan persuratan, kerumahtanggaan, perlengkapan, kepegawaian, keuangan dan kearsipan;
5. Melaksanakan urusan rapat dinas dan upacara resmi di lingkungan fakultas;
6. Melaksanakan administrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat;
7. Melaksanakan urusan kemahasiswaan dan hubungan alumni fakultas;
8. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan di lingkungan fakultas;
9. Melaksanakan administrasi perencanaan dan pelayanan informasi;
10. Melaksanakan penyimpanan dokumen dan surat yang berhubungan dengan kegiatan fakultas;
11. Menyusun laporan Kantor Administrasi Fakultas dan mempersiapkan penyusunan laporan fakultas.
5. LPPM :
1. Merencanakan dan mengarahkan penelitian universitas untuk kemajuan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni, berwawasan global dan bermanfaat bagi
kesejahteraan umat manusia untuk mengangkat citra UGM;
2. Meningkatkan mutu penelitian secara berkelanjutan melalui program penelitian unggulan universitas bertaraf internasional, sistem penghargaan penelitian, dan pembinaan peneliti muda;
3. Mendorong perolehan HAKI;
4. Mendorong pelibatan mahasiswa dalam setiap penelitian untuk menunjang
terselenggaranya universitas penelitian;
5. Memfasilitasi sarana dan prasarana penelitian yang mudah diakses dan
dimanfaatkan sivitas akademika dan masyarakat pengguna;
6. Mengembangkan kapasitas pengelolaan pada unit-unit pelaksana penelitian
sebagai wahana penelitian multi, lintas dan inter disiplin;
7. Melaksnakan penilaian dan konsolidasi pusat-pusat penelitian/studi di
universitas dalam rangka meningkatkan relevansi, keberlangsungan, efisiensi,
dan akuntabilitas;
8. Menyelenggarakan penerapan standar mutu penelitian dan akreditasi
kompetensi sarana dan prasarana penelitian;
9. Melakukan penggalangan sumber daya penelitian melalui kegiatan penelitian
kompetitif yang bersinergi dengan industri, institusi penelitian serta pemerintah pusat dan daerah;
10. Meningkatkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai penerapan
ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berorientasi pada kebutuhan
masyarakat dan keunggulan industri kecil dan menengah nasional;
11. Melaksanakan Kuliah Kerja Nyata tematik mahasiswa sebagai wahana
penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni secara multi atau lintas
disiplin;
12. Menyelenggarakan program kemitraan dan pemberdayaan usaha kecil dan
menengah serta Pemerintah Daerah;
13. Menyelenggarakan pelayanan masyarakat sebagai katalisator pengembangan
masyarakat madani.
4. Departementasi
Departementasi adalah proses penentuan cara bagaimana suatu kegiatan dikelompokkan. Macam-macam departementasi:
1. Departementasi fungsional
Departementasi fungsional adalah mengelompokkan fungsi yang sama atau kegiatan yang sejenis untuk membentuk satuan organisasi.
Kebaikannya:
1. Menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama
2. Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi
3. Memusatkan keahlian organisasi
4. Memungkinkan pengawasan manajemen puncak terhadap fungsi-fungsi dalam organisasi.
Kelemahannya:
1. Menciptakan konflik antar fungsi
2. Adanya kemacetan pelaksanaan tugas
3. Umpan balik yang lambat
4. Memusatkan kepada kepentingan tugasnya
5. Para anggota berpandangan lebih sempit dan kurang inovatif.
![]() |
Bagan Organisasasi Fungsional
2. Departementasi Devisional
Dengan membagi divisi-divisi atas dasar produk, wilayah, langganan, dan proses, dimana tiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri.
a. Struktur organisasi divisional atas dasar produk
Setiap departementasi bertanggung jawab atas suatu produk yang berhubungan. Struktur ini dipakai bila teknologi pemrosesan dan metode pemasaran sangat berbeda.
Dengan membagi divisi-divisi atas dasar produk, wilayah, langganan, dan proses, dimana tiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri.
a. Struktur organisasi divisional atas dasar produk
Setiap departementasi bertanggung jawab atas suatu produk yang berhubungan. Struktur ini dipakai bila teknologi pemrosesan dan metode pemasaran sangat berbeda.
b. Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah.
Pengelompokkan kegiatan atas dasar tempat dimana operasi berlokasi atau menjalankan usahanya. Faktor yang menjadi pertimbangan adalah bahan baku, tenaga kerja, pemasaran, transportasi dan lain sebagainya.
c. Struktur organisasi divisional atas dasar langganan
Pengelompokkan kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk, terutama dalam kegiatan pengelompokkan penjualan, pelayanan.
|
Bagan Organisasasi Divisional Atas Dasar Produk
5. Bentuk - Bentuk Struktur Organisasi
Struktur sebuah organisasi boleh dibentuk berasaskan kepada 3 faktor utama, yaitu:
1. Fungsi
Struktur organisasi yang berdasarkan kepada faktor fungsi dikenali sebagai struktur fungsian (functional structure). Sementara yang berdasarkan kepada perkhidmatan dan kemudahan dinamakan struktur pengeluaran (product structure) dan struktur yang berdasarkan kepada kawasan dinamakan sebagai struktur wilayah (regional structure). Bagi organisasi yang strukturnya dibentuk berasaskan kepada campuran faktor-faktor di atas, ia dinamakan sebagai struktur berbagai (multi-structure).
2. Perkhidmatan dan kemudahan
3. Kawasan
Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departementasi yang menunjukkan hubungan kerja sama. Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu:
1. Pembagian kerja
2. Rantai perintah
3. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan
4. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan
5. Tingkatan manajemen
Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Bentuk Piramidal
2. Bentuk Vertikal
3. Bentuk Horisontal
4. Bentuk Melingkar
Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas:
1. Organisasi Garis
Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi.
Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departementasi yang menunjukkan hubungan kerja sama. Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu:
1. Pembagian kerja
2. Rantai perintah
3. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan
4. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan
5. Tingkatan manajemen
Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges dapat digambarkan sebagai berikut :
1. Bentuk Piramidal
2. Bentuk Vertikal
3. Bentuk Horisontal
4. Bentuk Melingkar
Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas:
1. Organisasi Garis
Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi.
Kebaikannya:
a. Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan.
b. Garis komando berjalan secara tegas, karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan.
c. Proses pengambilan keputusan cepat.
d. Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui, juga karyawan yang rajin dan malas.
e. Rasa solidaritas tinggi.
Kelemahannya:
a. Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja, apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran.
b. Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
c. Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.
2. Organisasi Garis dan Staf
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi.
Kebaikannya:
a. Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil, serta apapun tujuan perusahaan.
b. Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adaya staf ahli.
c. Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat ditentukan menjadi suatu spesiali-sasi.
d. Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula.
e. Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsultasi, karena pimpinan masih dalam satu tangan.
f. Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas yang terperinci.
g. Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki.
Kelemahannya:
a. Rasa solidaritas menjadi berkurang, karena karyawan menjadi tidak saling mengenal.
b. Perintah-perintah menjadi kabur dengan nasehat dari staf, karena atasan dengan staf dapat terjadi adanya perintah sendiri-sendiri padahal kewenangannya berbeda.
c. Kesatuan komando berkurang.
d. Koordinasi kurang baik pada tingkat staf dapat mengakibatkan adanya hambatan pelaksanaan tugas.
a. Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan.
b. Garis komando berjalan secara tegas, karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan.
c. Proses pengambilan keputusan cepat.
d. Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui, juga karyawan yang rajin dan malas.
e. Rasa solidaritas tinggi.
Kelemahannya:
a. Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja, apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran.
b. Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
c. Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.
2. Organisasi Garis dan Staf
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi.
Kebaikannya:
a. Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil, serta apapun tujuan perusahaan.
b. Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adaya staf ahli.
c. Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat ditentukan menjadi suatu spesiali-sasi.
d. Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula.
e. Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsultasi, karena pimpinan masih dalam satu tangan.
f. Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas yang terperinci.
g. Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki.
Kelemahannya:
a. Rasa solidaritas menjadi berkurang, karena karyawan menjadi tidak saling mengenal.
b. Perintah-perintah menjadi kabur dengan nasehat dari staf, karena atasan dengan staf dapat terjadi adanya perintah sendiri-sendiri padahal kewenangannya berbeda.
c. Kesatuan komando berkurang.
d. Koordinasi kurang baik pada tingkat staf dapat mengakibatkan adanya hambatan pelaksanaan tugas.
3. Organisasi Fungsional
Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan. Organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas.
Kebaikannya:
a. Pembidangan tugas menjadi lebih jelas.
b. Spesialisasi karyawan lebih efektif dan dikembangkan.
c. Solidaritas kerja, semangat kerja karyawan tinggi.
d. Koordinasi berjalan lancar dan tertib.
Kelemahannya :
a. Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
b. Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan.
c. Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga sering timbul konflik.
4. Organisasi Panitia
Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut.
Kebaikannya:
a. Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci.
b. Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil.
c. Koordinasi kerja telah dibahas oleh suatu team.
Kelemahannya:
a. Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarut-larut yang menghambat pelaksanaan tugas.
b. Tanggung jawabnya tidak jelas, karena tanggung jawabnya sama.
c. Kreatifitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan, karena faktor kreatifitas lebih dipentingkan.
Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan. Organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas.
Kebaikannya:
a. Pembidangan tugas menjadi lebih jelas.
b. Spesialisasi karyawan lebih efektif dan dikembangkan.
c. Solidaritas kerja, semangat kerja karyawan tinggi.
d. Koordinasi berjalan lancar dan tertib.
Kelemahannya :
a. Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
b. Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan.
c. Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga sering timbul konflik.
4. Organisasi Panitia
Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut.
Kebaikannya:
a. Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci.
b. Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil.
c. Koordinasi kerja telah dibahas oleh suatu team.
Kelemahannya:
a. Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarut-larut yang menghambat pelaksanaan tugas.
b. Tanggung jawabnya tidak jelas, karena tanggung jawabnya sama.
c. Kreatifitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan, karena faktor kreatifitas lebih dipentingkan.
Jenis - Jenis Metode Perancangan Sistem
Tugas Individu II
Mata Kuliah Rekayasa Perangkat Lunak

Oleh:
Abdul Goni
080511030
TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON
Jl. Tuparev No. 70 Cirebon
Jenis - Jenis Metode Perancangan Sistem
1. SDLC Waterfall

1.1. SDLC Waterfall 2

1.2. SDLC Waterfall 3
Kelebihan
‰ Proses-prosesnya mudah dipahami dan jelas
‰ Mudah dalam pengelolaan proyek
„ Dokumen dihasilkan setiap akhir fase
„ Sebuah fase dijalankan setelah fase sebelumnya selesai
‰ Struktur sistem jelas
‰ Kondisi tepat SDLC Waterfall
„ Kebutuhan user telah sangat dipahami
„ Kemungkinan terjadinya perubahan kebutuhan user kecil
Kelemahan
‰ Proyek dunia nyata jarang mengikuti alur proses
‰ Kesulitan jika terjadi perubahan kebutuhan
„ Waktu pengerjaan bertambah
„ Ada anggota tim yang harus menunggu pekerjaan pekerja lain
„ Kesabaran customer/klien
2. SDLC - Incremental Model
„ Memberikan implementasi sebagai inisial proses kepada user untuk mendapatkan masukan balik
„ Pengembangan dengan terus melakukan eksplorasi
„ Per prototipe
„ Permasalahan
‰ Batasan proses tidak jelas
‰ Sistem kurang terstruktur
„ Kemampuan aplikasi
‰ Untuk sistem dengan interaksi skala kecil dan medium
‰ Untuk antar muka user
‰ Untuk sistem dengan masa penggunaan pendek

3. SDLC Prototypes
„ Membuat sebuah contoh prototype untuk menunjukkan kebutuhan dan desain ke pemakai

Kelemahan
‰ Harus ada versi yang dapat dijalankan sebagai prototype sebelum system dikembangkan (bisa berupa contoh system lain)
‰ Harus ada implementasi system yang dikembangkan sebelum dibuat sebuah sistem final
4. SDLC Spiral Life Cycle
„ Mendefinisikan kebutuhan dengan sedetail mungkin
„ Pembuatan desain untuk system yang baru
„ Pembuatan prototype dari pembuatan desain, pembuatan prototype selanjutnya berdasarkan evaluasi prototype sebelumnya
„ Proses prototype dilakukan berulang-ulang sampai customer puas
„ Sistem dibuat berdasarkan p rototipe yang memuaskan customer
„ Sistem dites dan dievaluasi

Kelebihan
„ Dapat digunakan untuk system yang besar
„ Sangat cocok sebagai mekanisme mengurangi resiko
Kelemahan
„ Terlalu banyak memikirkan resiko yang akan terjadi
„ Masih jarang digunakan
5. SDLC Rapid Application Development (RAD)
„ Mengumpulkan spesifikasi menggunakan workshop atau group khusus
„ Melakukan tes berulang-ulang oleh user terhadap desain yang diawali dengan prototipe
„ Menggunakan kembali komponen perangkat lunak yang ada
„ Jadwal yang ketat terhadap perbaikan desain produk versi selanjutnya
„ Komunikasi yang tidak terlalu formal antar anggota tim

Kelebihan
‰ Waktu pengembangan singkat
Kelemahan
‰ Untuk proyek besar memerlukan lebih banyak sumber daya
‰ Sangat memerlukan kerjasama antara customer dan developer
‰ Tidak cocok untuk kebutuhan yang tidak dapat dimodulkan
‰ Tidak cocok untuk system yang memerlukan banyak perbaikan
‰ Tidak sesuai untuk pengembangan system dengan resiko tinggi (aplikasi dengan teknologi baru)








